Minggu, 19 April 2026

Aceh Barat Daya

Bupati Safaruddin Ingatkan Pedagang di Abdya: Zalim Lakukan Penimbunan dan Jual BBM Harga Tinggi

Tidak seberapa uang yang didapatkan dengan menimbun dan menjual minyak dengan harga tinggi. Ingat, Allah akan murka

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/Masrian Mizani
POSKO BENCANA - Bupati Safaruddin memberikan arahan kepada relawan di posko peduli bencana banjir dan tanah longsor Aceh yang didirikan pemerintah kabupaten setempat, di Gampong Kedai Siblah, Kecamatan Blangpidie. 

Tidak seberapa uang yang didapatkan dengan menimbun dan menjual minyak dengan harga tinggi. Ingat, Allah akan murka

Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mengingatkan kepada masyarakat dan pedagang di kabupaten setempat agar tidak melakukan penimbunan dan menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan harga tinggi di tengah situasi bencana.

"Saya ingatkan kepada pedagang dan masyarakat Abdya, jangan pernah melakukan penimbunan dan menjual BBM dengan harga tinggi di tengah situasi bencana. 

Zalim orangnya jika melakukan perbuatan tersebut," kata Safaruddin, Sabtu (6/12/2025).

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait adanya pedagang BBM eceran yang menjual minyak dengan harga tidak masuk akal.

"Jangan mencari keuntungan di tengah situasi bencana. 

Baca juga: Relawan dan Bantuan Logistik dari Abdya Sudah Tiba di Pidie Jaya, Diterima Bupati Sibral Malasyi

Tidak seberapa uang yang didapatkan dengan menimbun dan menjual minyak dengan harga tinggi. Ingat, Allah akan murka," tegasnya.

Safaruddin menyebutkan, kondisi ini telah di diskusikan dengan Kapolres Abdya. Jika kedapatan, langsung diambil langkah hukum.

"Kita harus sadar, Abdya hingga hari ini masih aman dari bencana, dan yang kita rasakan saat ini tidak sepedih yang dialami oleh korban banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Maka, bersyukur lah kepada Allah," ucapnya.

Jangan sampai, kata Safaruddin, gara-gara mencari keuntungan yang tidak seberapa, malah Allah memberikan kepedihan yang amat berat.

"Jangan hanya mencari keuntungan Rp 1 juta, lalu Allah murka dengan memberikan kita sakit parah yang menghabiskan uang puluhan juta. 

Maka saya tegaskan, berhenti segera, jual minyak dengan harga normal," kata Safaruddin. 

Ia menegaskan, jika masih terjadinya antrean di SPBU dan harga BBM berlipat ganda, berarti ada kejahatan yang sadang dipraktekkan. Dan itu adalah kezaliman. (*)

Baca juga: Cek Gudang Bulog, Kapolres Abdya: Stok Beras Mencukupi, Jangan Coba-coba Jual di Atas HET

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved