Banjir Landa Aceh
Gawat! Gas 12 KG di Pidie Dijual Rp 350.000 Per Tabung
"Kami terpaksa membeli gas 12 kg Rp 350.000 per tabung, agar usaha dagang kue kami tidak macet. Karena selama ini kami menggunakan gas 3 kg,
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Sabtu (6/12/2025), harga gas 12 kg di Kabupaten Pidie dijual Rp 300.000 – Rp 350.000 per tabung, jauh di atas HET pemerintah Rp 205.000 – Rp 210.000.
- Gas subsidi 3 kg mengalami kelangkaan selama 9 hari.
- Pelaku UMKM terpaksa beralih ke gas 12 kg dengan harga tinggi.
- Anggota DPRK Pidie Siti Hawa (PKS) mengecam pedagang yang menjual gas dengan harga mencekik warga di tengah musibah banjir.
- Ia menilai pedagang seharusnya menjaga kestabilan harga, bukan memperburuk keadaan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Gas 12 kg di Kabupaten Pidie dijual Rp 300.000 - Rp 350.000 per tabung.
Sementara Harga Eceran Tertinggi atau HET gas 12 kg ditetapkan pemerintah Rp 205.000 - Rp 210.000 per tabung.
Harga gas 12 kg dijual mencekik leher masyarakat, disaat warga ditimpa musibah banjir.
Berdasarkan informasi diperoleh Serambinews.com, Sabtu (6/12/2025), menyebutkan, saat ini gas subsidi 3 kg telah terjadi kelangkaan selama sembilan hari.
Sehingga masyarakat kelimpungan membeli gas subsidi pemerintah tersebut.
Sedangkan warga memilki Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM, terpaksa beralih kepada gas 12 kg.
Seperti pedagang kue di pusat Pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli harus membeli gas 12 kg dengan harga Rp 350.000 per tabung dari agen gas di Kabupaten Pidie.
Sumber lain menyebutkan, gas 12 kg yang diantar dengan mobil ke rumah dijual Rp 300.000 per tabung.
"Kami terpaksa membeli gas 12 kg Rp 350.000 per tabung, agar usaha dagang kue kami tidak macet. Karena selama ini kami menggunakan gas 3 kg, tapi gas subsidi pemerintah kini terjadi kelangkaan," kata seorang wanita pedagang kue di pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Sabtu (6/12/2025).
Anggota DPRK Pidie, Siti Hawa, kepada Serambinews.com, Sabtu (6/12/2025) mengatakan, di saat musibah bencana banjir, seharusnya pedagang tidak menjual gas 12 kg dengan harga mencekik leher warga.
Apalagi gas 3 kg terjadi kelangkaan di Kabupaten Pidie pasca banjir.
Sebab, kata politikus PKS Pidie itu, masyarakat ditimpa kesusahan dampak bencana banjir.
Jika memang tidak bisa membantu, idealnya menjaga kestabilan harga.
Baca juga: Demi Beli LPG, Ribuan Warga Rela Antre dari Subuh di Pasar Tani Banda Aceh
"Saya terkejut jika gas 12 kg dijual Rp 350.000 per tabung. Sebab, harga gas 12 kg dijual kepada masyarakat sangat jauh dari ketetapan HET pemerintah," jelasnya.
Untuk itu, kata Siti Hawa, dinas terkait bersama polisi untuk menindak terhadap pedagang atau agen yang nakal menjual gas dengan harga melambung tinggi.
Sebab, tidak boleh dibiarkan harga gas 12 kg dijual dengan harga sesuka hati pedagang. (*)
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-antre-membeli-gas-12-kg-setelah-gas-3-kg-terjadi-kelangkaan-di-Kabupaten-Pidie.jpg)