Banjir Landa Aceh
Saksikan Rumahnya Diselimuti Lumpur Tebal Usai Banjir, Tangis Warga Ulee Jalan- Bireuen Pecah
Material tanah dibawa banjir ketebalan sampai lebih 1 meter belum dibersihkan dan warga masih harus mengungsi ke masjid Ulee Jalan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 95 unit rumah milik warga di Dusun T Ben Lueng, Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen hingga Jumat (5/12/2025) masih tertimbun tanah ekses banjir
bandang.
Warga berjumlah 327 jiwa masih mengungsi di masjid setempat.
Putusnya jembatan dan rumah terendam lumpur, dampak banjir bandang ekses hujan intensitas tinggi selama satu pekan.
Material tanah dibawa banjir ketebalan sampai lebih 1 meter belum dibersihkan dan warga masih harus mengungsi ke masjid Ulee Jalan.
Warga mengaku menangis, saat melihat rumah diselimuti lumpur tebal.
Hampir seluruh rumah lumpur mencapai daun jendela dan sebagian baru dibersihkan bagian depan.
Sedangkan di dalam belum sama sekali, dimana pintu rumah baru beberapa yang terbuka itu pun masih penuh lumpur.
Keuchik Desa Ulee Jalan, Mahyiddin (55) di lokasi mengatakan bahwa seluruh rumah
warga di dusun tersebut masih berada di pengungsian, karena rumah masih tergenang lumpur.
Bahkan beberapa rumah masih tergenang air, banyak ternak mati mulai dari kambing, lembu dan lainnya.
"Dua hari setelah banjir kambing 10 ekor di kandang sudah mati ya kami buang ke sungai," ujarnya.
Para warga belum bisa pulang ke rumah karena kondisi rumah mereka masih tertimbun tanah dan ada yang sampai 1,5 meter.
Kondisi tingginya tanah menimbun badan jalan dan juga halaman serta di rumah warga tidak mampu dilakukan secara manual oleh masyarakat.
Keuchik mengharapkan dukungan Pemkab Bireuen untuk membersihkan tanah menimbun pemukiman warga, juga membantu peralatan kebersihan agar warga bisa membersihkan rumahnya masing-masing.
Dampak dari banjir bandang juga membuat pemukiman penduduk di Dusun T Ben Lueng terancam
hilang amblas ke sungai karena jarak rumah dan badan jalan dengan tepian sungai antara 5 - 50 meter lagi dan paling jauh 200 meter lagi. (*)
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Puluhan-rumah-warga-Dusun-T-Ben-Lung-Desa-Ulee-Jalan-Peusangan-Selatan-tertutup-lumpur.jpg)