Banjir Landa Aceh
Relawan Mahasiswa Unimal Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir
Walau skala kecil, gerakan ini memberi arti besar bagi warga yang rumahnya terendam dan penuh lumpur pascabanjir.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Di tengah keterbatasan pada masa darurat, mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung ke lapangan membantu warga terdampak banjir.
Mereka membentuk kelompok relawan yang fokus pada aksi bersih-bersih rumah, memperbaiki drainase, dan gotong-royong bersama masyarakat sekitar kampus.
Koordinator Posko Darurat Banjir Unimal di Kampus Bukit Indah, Taufik Abdullah, menyebut aksi mahasiswa ini lahir dari inisiatif program studi masing-masing.
Walau skala kecil, gerakan ini memberi arti besar bagi warga yang rumahnya terendam dan penuh lumpur pascabanjir.
“Mahasiswa yang berjibaku di lapangan patut diapresiasi. Mereka membentuk buffer aksi untuk membersihkan rumah warga, memperbaiki saluran air, dan bergotong-royong. Semangat ini tidak bisa kita tahan,” ujar Taufik.
Akademisi berlatar aktivis gerakan 98 ini mengatakan, sejak banjir surut, mahasiswa bergerak membersihkan rumah warga di gampong sekitar Kampus Reulet.
Aksi ini dilakukan secara spontan, dengan peralatan seadanya, namun penuh semangat kebersamaan.
Warga menyambut baik kehadiran mahasiswa yang membantu meringankan beban mereka.
Meski belum menyentuh wilayah terdampak lebih parah, aksi kecil ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap masyarakat.
Baca juga: Mahasiswi FKIP Unimal Ceritakan Detik-detik Evakuasi saat Banjir Menerjang, Apresiasi Pihak Kampus
Tantangan Fasilitas
Taufik mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana membuat gerakan relawan belum bisa diperluas ke daerah yang lebih rusak, seperti Langkahan.
“Ada mahasiswa yang ingin turun ke lokasi rusak parah, bahkan membuka posko di sana. Tapi karena keterbatasan fasilitas, terpaksa kita tahan dulu. Mereka perlu pelatihan singkat agar lebih siap menghadapi kondisi lapangan,” jelasnya.
Walau terbatas, aksi bersih-bersih mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak selalu harus dalam skala besar.
Kehadiran mereka di rumah warga terdampak banjir memberi harapan, menguatkan semangat gotong royong, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah krisis.
Baca juga: Rektor Unimal Serukan Status Bencana Nasional
Distribusi Beras
Sementara itu, Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menyalurkan bantuan beras bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak banjir.
Sebanyak 5 ton beras didistribusikan melalui Posko Darurat Banjir Unimal di Kampus Reulet.
Koordinator distribusi, Riyandhi Praza, menjelaskan bahwa dari total bantuan tersebut, 3,7 ton dibagikan kepada mahasiswa, sementara 1,3 ton disalurkan untuk masyarakat gampong sekitar kampus.
“Kita ambil 5 ton dari Bulog. Sebanyak 3,7 ton untuk mahasiswa, dan 1,3 ton untuk masyarakat lingkar kampus,” ujar Prof Herman Fithra, Rektor Unimal, seperti dikutip Riyandhi Praza.
Rincian Distribusi
Mahasiswa: 3.750 kg untuk 750 orang dari Fakultas Pertanian, FKIP, dan Fakultas Kedokteran.
Masyarakat Gampong: 1.250 kg dengan rincian:
Reuleut Barat: 500 kg
Reuleut Timur: 500 kg
Cot Keumuneng: 150 kg
Payah Gabok: 100 kg
Sebelumnya, Unimal juga telah menyalurkan 6 ton beras dari BSI Lhokseumawe untuk mahasiswa di Kampus Bukit Indah.
Menurut Rektor, langkah ini merupakan upaya mengatasi krisis pangan yang dialami mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari luar daerah.
“Banyak mahasiswa dari kabupaten/kota lain di Aceh terdampak serius. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian yang paling mungkin kita lakukan saat ini,” jelas Prof Herman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rektor-Unimal-bagikan-beras.jpg)