Banjir Landa Aceh
Desa Sikundo Aceh Barat Masih Terisolir Pascabanjir, Warga Bertaruh Nyawa untuk Keluar Desa
Akses keluar masuk desa terputus, membuat warga harus mempertaruhkan nyawa demi bisa beraktivitas di luar desa.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Desa Sikundo di Aceh Barat masih terisolir akibat banjir besar; warga terpaksa menyeberangi sungai dengan ban mobil dan mendaki tebing curam untuk keluar desa.
- Bupati Tarmizi memastikan stok logistik aman sementara waktu dan bantuan lanjutan akan didistribusikan mulai Senin.
- Pemerintah fokus membuka akses dengan menimbun jalan, mengupas tebing, dan merencanakan pengalihan aliran sungai agar jalur dapat dibuka secepatnya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Hingga Minggu (7/12/2025), Desa Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, masih terisolir total akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Akses keluar masuk desa terputus, membuat warga harus mempertaruhkan nyawa demi bisa beraktivitas di luar desa.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, kepada Serambinews.com, Minggu (7/12/2025) mengungkapkan bahwa hingga saat ini warga yang memiliki keperluan mendesak di luar desa harus menyeberangi sungai menggunakan ban mobil sebagai pelampung.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki mendaki gunung dan tebing curam menggunakan tali sebagai pegangan.
“Risikonya sangat tinggi. Jika terpeleset sedikit saja, mereka bisa langsung terjatuh ke sungai,” ujar Tarmizi.
Meski akses tertutup, Bupati memastikan bahwa stok logistik warga Sikundo masih aman untuk beberapa hari ke depan.
Baca juga: VIDEO - Aceh Tamiang Porak-Poranda, Lebih Parah dari Tragedi Banjir Bandang 2006
Tim pemerintah berhasil mengirimkan bantuan secara manual dengan menembus hutan beberapa hari sebelumnya.
“Logistik sudah kami salurkan untuk masa panik. Mulai Senin, bantuan lanjutan juga akan didistribusikan ke seluruh kecamatan terdampak banjir,” tambahnya.
Akses Jalan Mulai Dikerjakan, Sungai Akan Dipindah Alirannya
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berfokus pada upaya membuka jalur akses menuju desa tersebut.
Prosesnya tidak mudah karena sebagian badan jalan amblas dan tebing di sisi sungai terus tergerus.
Jalan harus ditimbun, sementara tebing sungai perlu dikupas agar tidak membahayakan.
Baca juga: Dipasok dari Laut, 2.800 Tabung Gas 3 Kg Ludes di Banda Aceh, Antrean Warga Mengular
Bahkan, pemerintah berencana memindahkan aliran sungai terlebih dahulu untuk mengamankan proses pembangunan akses jalan.
“Tantangannya besar, tapi akses harus segera dibuka agar warga Sikundo tidak terus terisolir,” kata Bupati.
Hingga kini, warga hanya bisa berharap proses perbaikan berjalan cepat. Kondisi terisolir tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga membuat pelayanan kesehatan dan pendidikan terganggu.
Meski bantuan logistik terus berdatangan, pemulihan akses menjadi kunci utama agar kehidupan warga kembali normal setelah bencana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Barat-Tarmizi-SP.jpg)