Berita Bireuen
Jembatan Pante Lhong Bireuen Putus, Warga Berjuang Bersihkan Lumpur
Jembatan baja Pante Lhong di Bireuen putus dihantam banjir, warga terpaksa menyeberang dengan boat.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Jembatan baja Pante Lhong di Bireuen putus dihantam banjir, warga terpaksa menyeberang dengan boat.
- Puluhan rumah di Pante Lhong dan Blang Panjoe terkepung lumpur setebal 20–40 cm, ratusan warga mengungsi.
- Warga berharap Pemkab dan relawan segera turun tangan membantu pembersihan agar kehidupan kembali normal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan rangka baja Pante Lhong yang menghubungkan Desa Pante Lhong dan Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen, hancur diterjang banjir bandang beberapa hari lalu.
Kondisinya kini berserakan di aliran sungai, di mana satu bagian jatuh di pinggir dekat Blang Panjoe, satu bagian di tengah sungai, dan satu lagi di seberang.
Putusnya jembatan membuat warga harus menggunakan satu unit boat sebagai jalur penyeberangan darurat.
Boat ini dipakai untuk mengangkut bantuan ke seberang sungai serta membawa kebutuhan pokok dari pedagang luar daerah, termasuk dari Medan.
Barang-barang seperti telur diturunkan dari truk di Desa Kubu, diseberangkan dengan boat, lalu dinaikkan kembali ke truk lain yang menunggu di sisi seberang jembatan.
Selain jembatan, puluhan rumah di Pante Lhong dan Blang Panjoe dipenuhi lumpur tebal.
Baca juga: HRD dan H Mukhlis Saling Berangkulan, Penanganan Jembatan Putus Bireuen Dampak Banjir Sudah Dimulai
Warga membersihkan dengan sekop, alat berat, hingga mencuci perabotan yang dijemur di depan rumah.
Menurut Keuchik Blang Panjoe, Ruslan, yang juga anggota Tagana Bireuen, ketebalan lumpur mencapai 20–40 cm, bahkan di beberapa titik setengah meter.
Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) dari Blang Panjoe terpaksa mengungsi ke kantor keuchik.
Ditambah 52 kepala keluarga (KK) dari Pante Lhong yang rumahnya juga terendam lumpur.
Di lokasi pengungsian, satu unit mobil Damkar dikerahkan untuk membersihkan lingkungan kantor keuchik yang menjadi tempat bermalam para pengungsi.
Ruslan menyebut, kebutuhan beras untuk pengungsi sementara masih mencukupi, namun kebutuhan lain masih sangat kurang.
Baca juga: Presiden Prabowo Lihat Pembangunan Jembatan Darurat di Teupin Mane, Perintahkan Tuntas Seminggu
Ia menegaskan, membersihkan lumpur di desa terasa sangat berat, bahkan ada warga yang sudah berhari-hari bekerja namun belum berhasil.
Jalan utama pun masih berlumpur dan sulit dilalui.
Warga berharap Pemkab Bireuen dan relawan segera turun tangan membantu pembersihan.
Pembersihan dilakukan di jalan, sarana umum, maupun rumah warga, agar kehidupan bisa kembali normal pascabanjir.(*)
| Pulihkan Sektor Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron |
|
|---|
| BPBD Bireuen Sosialisasi Pendataan Korban Banjir Tahap II |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Teupin Mane Dikebut, Progres Hampir 16 Persen |
|
|---|
| Parenting Academy SDIT Azkiya Bahas Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Generasi Tangguh |
|
|---|
| Ratusan Wali Murid SDIT Azkiya Ikuti Parenting Academy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-Blang-Panjoe-bersihkan-lumpur.jpg)