Minggu, 26 April 2026

Berita Bireuen

Jembatan Pante Lhong Bireuen Putus, Warga Berjuang Bersihkan Lumpur

Jembatan baja Pante Lhong di Bireuen putus dihantam banjir, warga terpaksa menyeberang dengan boat.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
BERSIHKAN LUMPUR - Warga Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Sabtu (6/12/2025), sedang membersihkan lumpur di rumah mereka. 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan baja Pante Lhong di Bireuen putus dihantam banjir, warga terpaksa menyeberang dengan boat.
  • Puluhan rumah di Pante Lhong dan Blang Panjoe terkepung lumpur setebal 20–40 cm, ratusan warga mengungsi.
  • Warga berharap Pemkab dan relawan segera turun tangan membantu pembersihan agar kehidupan kembali normal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan rangka baja Pante Lhong yang menghubungkan Desa Pante Lhong dan Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen, hancur diterjang banjir bandang beberapa hari lalu.

Kondisinya kini berserakan di aliran sungai, di mana satu bagian jatuh di pinggir dekat Blang Panjoe, satu bagian di tengah sungai, dan satu lagi di seberang.

Putusnya jembatan membuat warga harus menggunakan satu unit boat sebagai jalur penyeberangan darurat.

Boat ini dipakai untuk mengangkut bantuan ke seberang sungai serta membawa kebutuhan pokok dari pedagang luar daerah, termasuk dari Medan.

Barang-barang seperti telur diturunkan dari truk di Desa Kubu, diseberangkan dengan boat, lalu dinaikkan kembali ke truk lain yang menunggu di sisi seberang jembatan.

Selain jembatan, puluhan rumah di Pante Lhong dan Blang Panjoe dipenuhi lumpur tebal.

Baca juga: HRD dan H Mukhlis Saling Berangkulan, Penanganan Jembatan Putus Bireuen Dampak Banjir Sudah Dimulai 

Warga membersihkan dengan sekop, alat berat, hingga mencuci perabotan yang dijemur di depan rumah.

Menurut Keuchik Blang Panjoe, Ruslan, yang juga anggota Tagana Bireuen, ketebalan lumpur mencapai 20–40 cm, bahkan di beberapa titik setengah meter.

Sebanyak 165 kepala keluarga (KK) dari Blang Panjoe terpaksa mengungsi ke kantor keuchik.

Ditambah 52 kepala keluarga (KK) dari Pante Lhong yang rumahnya juga terendam lumpur.

Di lokasi pengungsian, satu unit mobil Damkar dikerahkan untuk membersihkan lingkungan kantor keuchik yang menjadi tempat bermalam para pengungsi.

Ruslan menyebut, kebutuhan beras untuk pengungsi sementara masih mencukupi, namun kebutuhan lain masih sangat kurang.

Baca juga: Presiden Prabowo Lihat Pembangunan Jembatan Darurat di Teupin Mane, Perintahkan Tuntas Seminggu

Ia menegaskan, membersihkan lumpur di desa terasa sangat berat, bahkan ada warga yang sudah berhari-hari bekerja namun belum berhasil.

Jalan utama pun masih berlumpur dan sulit dilalui.

Warga berharap Pemkab Bireuen dan relawan segera turun tangan membantu pembersihan.

Pembersihan dilakukan di jalan, sarana umum, maupun rumah warga, agar kehidupan bisa kembali normal pascabanjir.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved