Minggu, 26 April 2026

Berita Banda Aceh

Fraksi Gerindra Minta PLN Penuhi Komitmen, Nyalakan Banda Aceh dan Aceh Besar Hari Ini

Seharusnya kondisi listrik menuju normal, cakupan wilayah pemadaman menjadi lebih minimal, bukan malah sama dengan sebelumnya

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Subur Dani
Istimewa
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, meminta PLN memenuhi  komitmen dalam menyelesaikan permasalahan kelistrikan di Aceh, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar
  • Teuku Arief Khalifah menyampaikan kekecewaannya kepada pihak manajemen PLN atas tidak tepatnya informasi yang di sampaikan ke publik
  • Meminta agar Pemerintah Pusat dapat mengevaluasi PLN Aceh dalam penanganan kelistrikan

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, meminta PLN memenuhi  komitmen dalam menyelesaikan permasalahan kelistrikan di Aceh, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar

Arief pada Selasa (9/12/2025) menyampaikan informasi yang diakses publik dari media terkait penyelesaian masalah kelistrikan di Aceh sangat berbeda dengan kenyataan.

Baca juga: Listrik di Aceh Masih Kacau, Klaim Bahlil Jadi Bahan Gunjingan

“Menteri ESDM sudah beberapa kali menyampaikan ke media bahwa listrik di Aceh akan normal pada 4 Desember dan terus direvisi sampai hari ini, bahkan hari ini Selasa 9 Desember di pagi hari Banda Aceh masih mengalami padam di berbagai wilayah. Ini malah tidak menunjukkan progres perbaikan sama sekali," ujar Arief.

Menurut politisi muda Gerindra ini, seharusnya kondisi listrik menuju normal, cakupan wilayah pemadaman menjadi lebih minimal, bukan malah sama dengan sebelumnya,” tambah Arief.

Baca juga: Pasca Banjir Bandang Ketambe, Pasokan Listrik Belum Normal di Agara

Arief menyampaikan kekecewaannya kepada pihak manajemen PLN atas tidak tepatnya informasi yang di sampaikan ke publik.

“Hari ini tentu masyarakat sangat kecewa karena tidak ada informasi yang bisa dijadikan sebagai pegangan. Bahkan jaminan yang diberikan Menteri dan Dirut PLN kepada Presiden pun tidak terlaksana di lapangan," ujarnya.

Katanya, nasyarakat Aceh dan Kota Banda Aceh sebenarnya sangat memahami mengenai kindisi kelistrikan saata ini, akibat dampak bencana.

Baca juga: Kisah Ibu Korban Banjir Aceh ke Najwa Shihab: Anak Hanyut Depan Mata, ‘Umi Tolong’ Kini Tersisa Foto

Tapi dari kajian teknis tentu akan timbul pertanyaan pertanyaan besar terhadap penyelesaian masalah kelistrikan ini, serta keadilan pihak PLN dalam melakukan giliran menyala dan padam.

"Di Banda Aceh malah ada wilayah di tengah Kota yang minim sekali di matikan, sedangkan di wilayah lain berhari-hari padam, itu faktanya” terang Anggota Komisi 1 ini.

Arief menyampaikan akan melaporkan hal ini ke Pemerintah pusat. 

Karena janji yang disampaikan kepada Presiden dan masyarakat bahwa Aceh akan kembali menyala belum terlaksana sampai pagi ini.

Ia juga meminta agar Pemerintah Pusat dapat mengevaluasi PLN Aceh dalam penanganan kelistrikan. 


“Ya tentunya harus dipertanggung jawabkan, informasi teknis yang di sampaikan ke publik harus dapat di jelaskan. Ini juga bukan yang pertama PLN tidak mampu memberikan penjelasan ke publik, sebelumnya juga begitu. Warga jelas menunggu hasil dari perbaikan yang dilakukan oleh PLN. Jangan sampai pihak manajemen PLN menyampaikan informasi yang tidak tepat ke atasan hanya untuk menyenangkan atasan. Faktanya sekali lagi kami masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar ini masih dalam keadaan yang sama dengan sebelumnya," paparnya. 

Kata Arief, UP3 Banda Aceh yang menyalurkan listrik untuk Wilayah Banda Aceh juga harus merespon keadaan ini, jangan hanya berdiam diri. 

"Ketika target penyelesaian yang disampaikan oleh Menteri ESDM dan Dirut PLN gagal dilaksanakan di lapangan, UP3 harus menjelaskan kepada publik keadaan yang sebenarnya, agar masyarakat Banda Aceh mengerti situasi sebenarnya,” terang Politisi Gerindra ini. 

Baca juga: Update 8 Desember 2025: Baitul Mal Aceh Ajak Masyarakat Berdonasi untuk Korban Banjir dan Longsor

Arief lebih lanjut menjelaskan meski dirinya mengapresiasi pekerja pekerja lapangan PLN yang berjibaku untuk memperbaiki infrastuktur yang roboh. 

Namun dirinya juga mengkritik PLN pada bidang-bidang penyalur daya seperti UP3 di Banda Aceh dan Aceh Besar yang menurutnya masih tidak memfasilitasi informasi ke publik dengan baik.

Bahkana mereka dinilai tidak berlaku adil dalam menentukan durasi pemadaman dan waktu pemadamannya.

“Warga Banda Aceh dari awal telah mengeluhkan waktu gilir yang di tetapkan PLN, yang dilapangan sangat jauh dari keadilan. Bahkan kami langsung mendatangi PLN untuk menyampaikan aspirasi warga ini, walau direspons dengan mengeluarkan jadwal pemadaman bergilir. Tapi pelaksanaan di lapangan masih sangat membuat masyarakat tidak puas. Dan kami ingatkan bahwa hari ini Selasa 9 Desember adalah waktu yang ditentukan dan direncanakan PLN untuk menormalkan listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar, jadi kami harap itu dapat dipenuhi” tutup Arief.(*)

Baca juga: Banjir di Pijay Renggut Nyawa 28 Warga & 92 Rumah Lenyap, BPBD Cairkan BTT Rp 400 Juta

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved