Berita Bireuen
Ribuan Warga Peusangan Masih Mengungsi, Lumpur Tebal Jadi Kendala Utama
Ribuan warga Peusangan dari 16 desa masih mengungsi 13 hari pasca banjir bandang Bireuen.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Ribuan warga Peusangan dari 16 desa masih mengungsi 13 hari pasca banjir bandang Bireuen.
- Sebagian rumah hilang, rusak parah, atau tertutup lumpur setebal 30–40 cm sehingga sulit ditempati.
- Pemerintah terus menyalurkan logistik, membuka akses jalan, dan menyediakan layanan medis, namun pemulihan diperkirakan lama.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sudah 13 hari berlalu sejak banjir bandang melanda Kabupaten Bireuen, namun ribuan warga Kecamatan Peusangan masih bertahan di berbagai lokasi pengungsian.
Hingga Selasa (9/12/2025), tercatat warga dari 16 desa belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Kondisi ini terjadi karena sebagian rumah hilang tersapu banjir, rusak parah, atau masih tertutup endapan lumpur dengan ketebalan mencapai 30–40 centimeter.
Pantauan di lapangan menunjukkan, desa-desa seperti Blang Panjoe, Pante Lhong, dan Pante Pisang masih dipenuhi lumpur.
Sebagian warga berusaha membersihkan rumah mereka, namun ketebalan lumpur membuat pekerjaan ini sangat berat.
Diperkirakan butuh waktu minimal satu minggu untuk membersihkan, bahkan bisa lebih lama tergantung kondisi bangunan.
Baca juga: Kondisi Pengungsi Banjir Memprihatinkan, Mualem: Mereka Meninggal Kelaparan
Camat Peusangan, Alfian, SSos menjelaskan, bahwa dari total 69 desa di wilayahnya, seluruhnya terdampak banjir.
Namun, 16 gampong masih harus bertahan di meunasah (mushalla) dan kantor camat sebagai tempat pengungsian.
“Setiap hari kami berkoordinasi dengan para keuchik. Saat mengantar bantuan, kami juga memastikan stok di gudang cukup,” terang dia.
“Jika ada desa yang persediaan makanannya menipis, maka distribusi segera diprioritaskan,” ungkap Alfian.
Sejak banjir terjadi, langkah pertama yang dilakukan pemerintah kecamatan adalah membuka akses jalan yang tertutup lumpur agar evakuasi bisa berjalan lancar.
Selain itu, distribusi logistik terus dilakukan ke posko-posko pengungsian.
Baca juga: Jaringan Terputus, Dzahab Travel Datang Membawa Cahaya dan Koneksi Internet di Peusangan Bireuen
Untuk warga yang sakit, tenaga medis ditempatkan di lokasi pengungsian dan posko kesehatan juga dibuka di UPTD RSUD Peusangan Raya.
Dampak Kerusakan
| SMA dan SMK di Bireuen Dilarang Gelar Perpisahan dan Tur Keluar Daerah |
|
|---|
| Mahasiswa UNIKI Bireuen Hibur Anak Pengungsi Banjir di Ketol Aceh Tengah |
|
|---|
| Warga Temukan Mayat di Sungai Krueng Peusangan-Bireuen, Begini Kronologisnya |
|
|---|
| Terungkap Identitas Mayat Ditemukan Mengapung di Krueng Peusangan, Ternyata Seorang Sopir |
|
|---|
| Identitas Mayat Mengapung di Krueng Peusangan Terungkap, Ternyata Warga Geulanggang Gampong Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-Peusangan-masih-mengungsi.jpg)