Kamis, 14 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Gotong-royong tak Cukup, Sekolah Terdampak Banjir di Bireuen Perlu Alat Berat

Upaya membersihkan sekolah yang dipenuhi endapan lumpur di Bireuen membutuhkan bantuan alat berat. Gotong royong yang melibatkan ratusan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/YUSMANDIN IDRIS
BERSIHKAN LUMPUR - Siswa maupun guru SMAN 1 Bireuen bersama para kepala sekolah jenjang SMA, Kacabdin Bireuen, Kamis (11/12/2025) bersihkan SMAN 1 Peusangan. 
Ringkasan Berita:
  • Kegiatan gotong royong membersihkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Bireuen telah memasuki hari kelima.
  • Siswa SMAN 1 Bireuen ditugaskan membantu pembersihan di SMAN 1 Peusangan, sementara siswa SMAN 1 Kuala membantu di SMAN 2 Bireuen, dan siswa SMAN 2 Bireuen juga turun di lokasi yang sama. 
  • Para kepala sekolah dan guru SMA lainnya ikut terlibat dalam pembersihan.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Upaya membersihkan sekolah yang dipenuhi endapan lumpur di Bireuen membutuhkan bantuan alat berat. Gotong royong yang melibatkan ratusan siswa, guru, dan jajaran kepala sekolah memakan waktu sangat lama.

Hal tersebut disampaikan Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, M.Pd, yang didampingi Kepala SMAN 1 Bireuen, Zulfikri, S.Ag., M.M., dan beberapa kepala sekolah lainnya saat ratusan siswa membersihkan SMAN 1 Peusangan di Desa Blang Asan, Peusangan, dekat Simpang Empat Gle Kapai, Kamis (11/12/2025).

Pantauan Serambinews.com, para siswa, guru, kepala sekolah, dan Kacabdin bekerja menggunakan sekop, kereta sorong, sapu, serta satu mesin pompa air untuk membersihkan endapan lumpur. Namun, ketebalan lumpur yang mencapai 50 cm lebih membuat proses pembersihan sangat sulit. Di salah satu ruangan, dibuat saluran kecil untuk mengalirkan lumpur ke bagian depan.

Para siswa SMAN 1 Bireuen yang dikerahkan terlihat bekerja keras membersihkan lumpur yang menumpuk di berbagai sudut sekolah.

Baca juga: Aceh Tamiang Dipenuhi Lumpur, Polres-nya Tetap Layani Laporan Warga soal Dugaan Penganiayaan

Abdul Hamid menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong membersihkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Bireuen telah memasuki hari kelima. Siswa SMAN 1 Bireuen ditugaskan membantu pembersihan di SMAN 1 Peusangan, sementara siswa SMAN 1 Kuala membantu di SMAN 2 Bireuen, dan siswa SMAN 2 Bireuen juga turun di lokasi yang sama. Para kepala sekolah dan guru SMA lainnya ikut terlibat dalam pembersihan.

“Fokus utama saat ini adalah membersihkan tiga sekolah terlebih dahulu, yaitu SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, dan SMKN 1 Peusangan, sebelum bergerak ke sekolah lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kendala utama pembersihan adalah kondisi air yang sulit mengalir akibat endapan lumpur di luar ruangan lebih tinggi. Karena itu, pihaknya sangat berharap bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk menyediakan alat berat guna mengangkut lumpur yang menumpuk di halaman sekolah.

“Kami benar-benar membutuhkan alat berat untuk membersihkan endapan lumpur di berbagai sekolah di Bireuen. Gotong royong siswa dan guru saja akan memakan waktu yang sangat lama,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved