Selasa, 5 Mei 2026

Aceh Utara

Sudah 16 Malam Mati Lampu di Baktiya Barat dan Langkahan Kabupaten Aceh Utara

“Malam hari kami pakai lampu tradisional dan lilin. Siangnya ke Lhoksukon untuk ngecas HP,” ujar Ridwan, warga Baktiya

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
MATI LAMPU - Warga di Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara menggunakan lilin dan alat tradisional sebagai penerang pada malam hari akibat listrik padam. 

“Malam hari kami pakai lampu tradisional dan lilin. Siangnya ke Lhoksukon untuk ngecas HP,” ujar Ridwan, warga Baktiya  

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Warga di Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, sudah mengalami pemadaman listrik selama 16 malam berturut-turut pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. 

Listrik mulai padam di kawasan itu pada Selasa (26/11/2025) malam. 

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pada malam hari, karena warga harus menggunakan alat tradisional dan lilin sebagai penerangan.

“Malam hari kami pakai lampu tradisional dan lilin. Siangnya ke Lhoksukon untuk ngecas HP,” ujar Ridwan, warga Baktiya Barat, kepada Serambinews.com, Kamis (11/12/2025)

Ia menyampaikan bahwa masyarakat sudah beberapa kali menghubungi pihak terkait, namun aliran listrik belum juga kembali normal. 

Baca juga: Aceh Tamiang Dipenuhi Lumpur, Polres-nya Tetap Layani Laporan Warga soal Dugaan Penganiayaan

“Kami sudah melapor ke petugas, tapi belum hidup lampu,” katanya.

Pemadaman listrik berkepanjangan ini juga berdampak pada aktivitas sosial dan keagamaan warga. 

Kegiatan pengajian malam hari di balai pengajian terpaksa dihentikan karena tidak ada penerangan.

Selain itu, aktivitas sehari-hari yang membutuhkan aliran listrik turut terhambat, termasuk pekerjaan rumah tangga, usaha kecil, serta layanan komunikasi.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Langkahan. 

Warga setempat melaporkan bahwa listrik belum pulih setelah bencana banjir menerjang wilayah mereka.

“Belum hidup lampu. Malah informasi dari PLN, kawasan kami diperkirakan baru normal 31 Desember 2025,” ujar Ismail, warga Langkahan.

Pemadaman listrik juga berdampak pada jaringan telekomunikasi seluler di beberapa desa yang menjadi tidak stabil dan kerap hilang sinyal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved