Banjir di Aceh Tamiang
UKM Pramuka Unigha Terobos Genangan Lumpur Serahkan Bantuan ke Tamiang
Penyaluran bantuan dilakukan melalui perjalanan sangat berat, karena truk yang mengangkut bantuan terhenti akibat jalur
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- UKM Pramuka Unigha harus melewati genangan lumpur saat antar bantuan ke Aceh Tamiang.
- Bantuan yang disalurkan tidak banyak, hendaknya bantuan itu mampu membantu meringankan beban korban banjir.
- Pengakuan salah satu warga sebagai korban banjir bernama Mawardi yang tinggal di sungai liput, air hampir setinggi 10 meter
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Pramuka Universitas Jabal Ghafur atau Unigha Sigli menyalurkan 2 ton bantuan untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang. Minggu (8/12/2025).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui perjalanan sangat berat, karena truk yang mengangkut bantuan terhenti akibat jalur penyebrangan di Kuta Blang, Bireuen masih putus.
Selain itu, UKM Pramuka Unigha harus melewati genangan lumpur saat memasuki Aceh Tamiang.
" Bantuan yang disalurkan, berupa pakaian layak pakai, beras, air mineral, mi instan, peralatan pakaian bayi dan makanan siap saji. Bantuan itu hasil penggalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Jabal Ghafur di Kabupaten Pidie," kata Koordinator Lapangan 'Zulfahmi, kepada Serambinews.com, Jumat (12/12/2025).
Dijelaskan, perjalanan membawa bantuan ke Aceh tamiang membutuhkan waktu satu hari.
Sebab, perjalanan sedikit terhambat di jembatan Kuta Blang, Bireuen, akibat harus penyebrangan menggunakan boat warga.
Baca juga: Puluhan SD Terendam Lumpur Banjir, Disdikbud Pidie Siasati Pelaksanaan Ujian
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak banyak, hendaknya bantuan itu mampu membantu meringankan beban korban banjir.
"Semoga bantuan itu menjadi amal ibadah bagi teman-teman UKM Pramuka Unigha dan Masyarakat Pidie," ungkapnya.
Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka Unigha Sigli, T Munirul Akbar SP, mengatakan, kejadian banjir bandang menerjang rumah warga, yang terjadi di Aceh Tamiang dengan ketinggian air hampir 10 meter.
" Pengakuan salah satu warga sebagai korban banjir bernama Mawardi yang tinggal di sungai liput, air hampir setinggi 10 meter," kata T Munirul Akbar.
Di sisi lain, sebutnya, untuk nantuan sembako tersebut disalurkan langsung ke lokasi yang terdampak.
UKM Pramuka Unigha juga berinteraksi dengan memberikan semangat sebagai bentuk kepedulian kepada korban banjir.
“ Bantuan sembako diserahkan di Kabupaten Aceh Tamiang meliputi Gampong Pahlawan Tualang Cut dan di Sungai Liput,“ sebutnya.
Penyerahan bantuan didampingi itu, didampingi Pendiri UKM Pramuka Unigha Pidie dan UKM pramuka Unimal Lhokseumawe.
Kondisi Terkini Aceh Tamiang banyak wilayah masih terisolasi hingga awal Desember 2025, sejumlah kecamatan di Aceh Tamiang masih belum dapat dijangkau akibat banjir dan longsor.
Dari 12 kecamatan terdampak, baru sebagian kecil yang bisa diakses untuk penyaluran bantuan.
Banyak rumah warga terendam hingga atap, jalanan tertutup lumpur, dan aktivitas masyarakat lumpuh total.
RSUD Aceh Tamiang mengalami kerusakan parah. Lumpur tebal memenuhi banyak ruangan sehingga pelayanan kesehatan terhenti. Pembersihan dilakukan oleh tim gabungan TNI, BPBD, dan relawan, dengan target selesai dalam tiga hari
Okezone News
.
Kondisi Kota: “Bak Kota Mati” Kota Kuala Simpang, pusat Aceh Tamiang, tampak porak-poranda. Banyak kendaraan terseret arus, bangunan rusak, dan puing-puing berserakan.
Warga mengalami krisis makanan, air bersih, dan tempat tinggal.
Karena banyak desa terisolasi, pemerintah memanfaatkan jalur sungai untuk mengirim bantuan ke wilayah yang tidak bisa dijangkau lewat darat.
Menurut laporan pejabat pusat, hampir semua bangunan di beberapa titik mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor
Pramuka Unigha ke Aceh Tamiang
Pramuka Unigha
Antar Bantuan Banjir
bantuan ke Aceh Tamiang
unigha
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Satgas Gabungan Kelompokkan Obat untuk Pulihkan Layanan Farmasi di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Xtrim Langsa Jangkau Matang Ara, Desa Terisolir di Aceh Tamiang Pascabanjir Sulit Ditembus Bantuan |
|
|---|
| Tinjau Banjir, Forkopimda Aceh Tamiang Utamakan Perbaiki Jembatan di Tenggulun |
|
|---|
| Hujan Reda, Banjir di Tenggulun Aceh Tamiang Surut, Malam Ini Warga Mulai Kembali ke Rumah |
|
|---|
| Dusun Pakel Paling Parah Terdampak Banjir di Tenggulun Aceh Tamiang, Terisolir Hingga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bantuan-Pramuka-Unigha-1212.jpg)