Rabu, 3 Juni 2026

Aceh Tenggara

16 Hari Pasca Banjir Bandang, Jalan Nasional Agara- Gayo Lues Masih Putus

"Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS1) agar maksimalkan alat berat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Asnawi Luwi
JALAN NASIONAL PUTUS - Memasuki hari 16 pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe Agara, jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Kabupaten Gayo Lues masih lumpuh total, Jum'at (12/12/2025). SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI 

"Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS1) agar maksimalkan alat berat

 
* BWSS1 dan BPJN Aceh Diminta Maksimalkan Alat Berat

Laporan Wartawan Serambi
Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Memasuki hari 16 pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe Agara, jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Kabupaten Gayo Lues masih lumpuh total, Jum'at (12/12/2025).

Kondisi jalan Nasional putus diterjang Sungai Alas.  

Akibatnya, kendaraan bermotor roda empat, roda dua maupun sejenisnya tak bisa melintas dari Desa Simpur Jaya menuju Rumah Bundar perbatasan Gayo Lues.

Hingga Jumat (12/12/2025), kondisi jalan di kawasan Simpur Jaya itu masih putus akibat tergerus derasnya aliran Sungai Alas.

Putusnya jalur utama ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. 

Baca juga: Debit Air Sungai Krueng Tingkeum Meningkat, Polres Lhokseumawe Evakuasi Relawan dan Logistik Bantuan

Aktivitas masyarakat pun ikut terdampak, mulai dari distribusi bantuan hingga mobilitas ekonomi sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai pihak meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS1) mempercepat penanganan. 

Bupati LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara, Fazriansyah, menilai pengerahan alat berat perlu dimaksimalkan agar akses menuju perbatasan Gayo Lues segera terbuka kembali.

Menurut informasi yang diterimanya dari PPK 35 BPJN Aceh, terdapat tujuh unit excavator di lokasi. 

Namun, empat di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan sehingga hanya tiga unit yang berfungsi optimal. 

Ia berharap penambahan alat berat dapat dipertimbangkan agar proses perbaikan lebih cepat.

Selama beberapa hari terakhir, relawan LSM LIRA juga turun langsung membantu warga terdampak banjir. Mereka menempuh jalur pegunungan yang terjal untuk menyalurkan bantuan ke sejumlah desa yang masih terisolasi.

Dari lokasi Simpur Jaya, seorang ASN Kecamatan Ketambe, Husaimi Amin, menyampaikan bahwa warga kini harus berjalan kaki membawa kebutuhan sehari-hari karena jalan nasional belum bisa dilewati. 

Ia menyebutkan ada tiga alat berat di lokasi, namun hingga menjelang siang belum terlihat ada yang beroperasi.

Kondisi jalan Nasional yang merupakan lintasan utama kendaraan melintas ini tentunya berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi bencana dan harga barang mahal.

"Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS1) agar maksimalkan alat berat di lokasi jalan putus Simpur Jaya Ketambe.

Sudah memasuki 16 hari bencana banjir bandang, tetapi akses jalan utama milik BPJN Aceh belum juga bisa dilalui kendaraan bermotor menuju perbatasan Gayo Lues. 

Padahal hanya puluhan meter saja jalan putus di Sungai Alas apabila diperbaiki sudah bisa dilalui menuju Gayo Lues. 

Seharusnya, alat berat disewakan 10 atau 20 unit agar cepat penanganan bencana alam di daerah itu.

"Kita minta BWSS 1 dan BPJN Aceh agar bekerja maksimal dan cepat serta dapat menurunkan alat berat excavator jenis CAT agar cepat sistem pekerjaan perbaikan jalan putus tersebut," ujar Bupati LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara, Fazriansyah kepada Serambinews.com, Jum'at (12/12/2025).

Menurut Fazriansyah, hasil informasi yang dia himpunan dari pihak PPK 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi, menyebutkan alat berat excavator ada 7 unit di lokasi banjir. 

Dari jumlah itu, tiga bagus dan 4 alat berat excavator rusak dan mereka upayakan akan menuntaskan jalan Nasional yang putus tersebut dengan menurun alat berat excavator yang lainnya.

Di sini lainnya, LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara juga beberapa hari telah sudah turun ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Ketambe. 

Di sana, mereka ikut membantu masyarakat untuk mengevakuasi korban terdampak banjir dan pendistribusian bantuan dengan Medan jalan yang terjal dan berliku-liku. 

Mereka menelusuri pegunungan untuk menuju daerah-daerah korban banjir yang terisolasi. 

LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara berharap kerusakan jalan Nasional dan Sungai Alas ini menjadi prioritas penanganan dari pihak Kementerian PU yakni BWSS 1 dan BPJN Aceh.

Sementara itu, Salah Seorang ASN di Kantor Camat Ketambe, Husaimi Amin, mengatakan, saat ini dirinya berada  Desa Simpur Jaya untuk melihat kondisi masyarakat terdampak banjir bandang. 

Di sana, masyarakat membawa barang dan kebutuhan lainnya dengan berjalan kaki yang medannya terjal dan berliku-liku. 

Karena, saat ini, jalan Nasional Simpur Jaya menuju Gayo Lues masih lumpuh total. Dan, di lokasi ada tiga alat berat excavator. 

Namun, belum ada satupun yang bekerja hingga pukul 11.40 WIB.

Terkait Hal itu, PPPK 35 BPJN Aceh Jaya Yuliadi yang dikonfirmasi tak berhasil dan kemudian kirimkan pesan melalui Washapp terkait penanganan jalan Nasional putus Agara - Gayo Lues dan kerusakan alat berat di lokasi Ketambe, tak berhasil.  

Upaya konfirmasi kepada pihak BPJN Aceh terkait perkembangan penanganan jalan putus tersebut belum membuahkan hasil..(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved