Banda Aceh
UIN Ar-Raniry Lepas Puluhan Relawan Mahasiswa ke Terdampak Bencana, Tiadakan Kuliah Semester Ganjil
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirim puluhan relawan mahasiswa untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah Aceh...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengirim 23 relawan mahasiswa ke Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang untuk membantu korban bencana dengan membawa bantuan logistik dan pakaian layak pakai.
- Rektor UIN Ar-Raniry menegaskan keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab sosial kampus, serta memberikan kebijakan akademik khusus bagi mahasiswa terdampak bencana.
- Selain menyalurkan bantuan, relawan akan membersihkan fasilitas umum dan membuka kelas belajar bagi anak-anak di posko pengungsian.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirim puluhan relawan mahasiswa untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana seperti di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang dengan membawa bantuan logistik serta pakaian layak pakai.
Sebanyak 23 relawan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry dilepas secara resmi di Posko Tanggap Bencana UIN Ar-Raniry, Sabtu (13/12/2025) malam.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Ia berharap kehadiran relawan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kehadiran relawan mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan semangat dan saling menguatkan masyarakat korban bencana. Semoga seluruh relawan selalu diberi kesehatan, perlindungan, dan kembali dengan selamat,” ujar Mujiburrahman.
Ia menambahkan, kampus berkomitmen memberikan dukungan kepada mahasiswa terdampak bencana, termasuk melalui kebijakan peniadaan perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Perkuliahan yang belum tuntas, termasuk pelaksanaan ujian akhir semester, akan diganti dengan skema penugasan alternatif.
Sementara Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie mengapresiasi dukungan pimpinan kampus terhadap gerakan kemanusiaan mahasiswa. Menurutnya, kebijakan tersebut mencakup keringanan uang kuliah tunggal (UKT), pengakuan kegiatan kerelawanan sebagai Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KPM), serta dukungan penuh terhadap aktivitas relawan mahasiswa.
Baca juga: Peduli Bencana, Perhimpunan Alumni Jerman Chapter Aceh Donasikan Rp 10 Juta ke ITF UIN Ar-Raniry
Para relawan dijadwalkan bertugas selama beberapa pekan ke depan. Selain menyalurkan bantuan, mereka juga akan melakukan pembersihan tempat ibadah dan sekolah, serta membuka kelas belajar bagi anak-anak di posko pengungsian.
Sebelumnya, DEMA UIN Ar-Raniry bersama Aliansi Mahasiswa Aceh juga terlibat aktif dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berupa logistik pangan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, serta pakaian layak pakai yang dihimpun melalui penggalangan solidaritas mahasiswa dan sivitas akademika kampus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Mujiburrahman-saat-melepas-puluhan-relawan-mahasiswa-di-posko-kampus.jpg)