Senin, 27 April 2026

Banjir Landa Aceh

40 Ton Logistik Masuk Setiap Hari Ke Bandara Rembele Bener Meriah

Pasca terjadinya bencana wilayah tengah Aceh, di Bandara Rembele setiap hari menerima sekitar 40 ton logistik.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE TRIBUN GAYO EDISI SENIN 20251215 
Ringkasan Berita:
  • Letkol Pnb Sigit Hariyanto, mengatakan, pasca terjadinya bencana wilayah tengah Aceh, di Bandara Rembele setiap hari menerima sekitar 40 ton logistik.
  • Ada 50 titik yang terisolir di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di titik-titik itu sudah distribusikan bantuan lewat jalur udara
  • Reje Kampung Tapak Moge, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, Sudarman, meyangkal ada warganya yang meninggal dunia karena kelaparan dan kesulitan mencari beras.

 “Pendistribusian diberikan untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pembagian logistik ini disaksikan pihak kedua kabupaten." SIGIT HARIYANTO,  Dansub Posko Bencana Bandara Rembele 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Akses jalan yang putus akibat banjir bandang dan tanah longsor, beberapa hari lalu, menyebabkan Bener Meriah dan Aceh Tengah, terisolir. Kondisi itu memaksa pemerintah harus menyalurkan sejumlah bantuan logistik menggunakan jalur udara.

Komandan Sub (Dansub) Posko Bencana Bandara Rembele Bener Meriah, Letkol Pnb Sigit Hariyanto, mengatakan, pasca terjadinya bencana wilayah tengah Aceh, di Bandara Rembele setiap hari menerima sekitar 40 ton logistik.

"Bantuan itu dikirim setiap hari, baik dengan pesawat Hercules hingga menggunakan helikopter," ujar Letkol Sigit saat ditemui di Bandara Rembele, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, semua bantuan yang tiba di Bandara Rembele langsung diletakkan di gudang logistik bandara dan kemudian diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dilakukan pendistribusian. “Pendistribusian diberikan untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pembagian logistik ini disaksikan pihak kedua kabupaten," ujar Sigit.

Dikatakan, TNI Angkatan Udara (AU) ikut membantu pemerintah daerah serta BNPB untuk menyalurkan logistik melalui jalur udara ke daerah-daerah yang terisolir, baik di Aceh Tengah maupun Bener Meriah.

Saat ini, katanya, ada 50 titik yang terisolir di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di titik-titik itu sudah distribusikan bantuan lewat jalur udara. "Ada 20 ton logistik yang sudah kita salurkan lewat udara. Sementara untuk daerah yang dapat dijangkau melalui darat, didistribusikan pemerintah daerah," ungkap Sigit.

Sementara Pemkab Bener Meriah melalui Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi SSTP MAP, Minggu (14/12/2025), mengimbau kepada seluruh donatur yang menyalurkan bantuannya di Kabupaten Bener Meriah agar menyampaikan informasi penyaluran bantuannya.

Ilham menyampaikan, Pemkab Bener Meriah mengucapkan terima kasih tak terhingga dan mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu masyarakat Bener Meriah. 

"Namun untuk kepentingan pemerataan bantuan, kami sangat berharap Bapak/Ibu donatur dapat memberikan informasi kepada kami kemana saja bantuan Bapak/Ibu tersebut disampaikan, sehingga kami dapat berfokus ke daerah yang masih minim penyalurannya," tuturnya.

Dikatakan, untuk memudahkan penyampaian informasi distribusi tersebut, para donatur cukup mengiri form pada link yang sudah kami sediakan, https://forms.gle/4xwzpEKyzANY7Nkx8

"Data yang Bapak/Ibu masukkan sangat penting bagi kami untuk mengetahui besaran bantuan yang masuk, daerah penyaluran dan penerima bantuan untuk pemerataan penyaluran logistik di Kabupaten Bener Meriah," pungkasnya.(mi)

Tak Ada Warga Meninggal Kelaparan

SEMENTARA itu, Reje (Kepala Desa) Kampung Tapak Moge, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, Sudarman, meyangkal ada warganya yang meninggal dunia karena kelaparan dan kesulitan mencari beras.

Dikatakan, tidak ada informasi valid mengenai warga Kampung Tapak Moge meninggal dunia dalam kondisi kelaparan, seperti yang diklaim di media sosial.

Pemkab Aceh Tengah menekankan, penyaluran bantuan logistik, khususnya beras, terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Kute Panang. 

Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memberikan rincian data untuk membuktikan alokasi bantuan sudah sampai ke wilayah tersebut. "Untuk Kute Panang, penyaluran beras bantuan bencana alam sudah dilakukan sebanyak tiga kali pengambilan dengan total 10 ton," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).

Mustafa merinci, pengambilan pertama dilakukan pada 4 Desember dengan alokasi 6 ton beras. Disusul pengambilan kedua pada 7 Desember sebanyak 2 ton, dan pengambilan ketiga pada 10 Desember sebanyak 2 ton. 

“Total 10 ton beras itu disalurkan melalui posko Kecamatan Kute Panang, yang selanjutnya didistribusikan para reje kepada warganya, termasuk Tapak Moge,” jelasnya.

Mustafa juga menampik mengenai penumpukan beras bantuan. Dia menegaskan, proses distribusi berjalan lancar dan cepat. "Kami pastikan tidak ada beras yang ditumpuk. Buktinya, hingga kemarin saja sudah tercatat 139,8 ton beras yang berhasil disalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah," tegasnya menepis isu bahwa warga terisolir selama 14 hari tanpa bantuan.

Dengan adanya bantahan resmi dari Reje Kampung dan data penyaluran bantuan yang disampaikan Kadis Kominfo, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan pesan-pesan hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. “Pemerintah Aceh Tengah berkomitmen untuk terus memastikan seluruh bantuan logistik sampai secara merata dan tepat waktu kepada semua korban bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.(rn)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved