Banjir Landa Aceh

Wagub Minta Bantuan Tak Ditahan

Kita ingin permudah distribusi, terutama ke daerah dan pelosok yang belum menerima sembako. FADHLULLAH

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/HO
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah 
Ringkasan Berita:
  • Dek Fadh, meminta seluruh bantuan yang diperuntukkan bagi korban banjir untuk segera disalurkan ke masyarakat terdampak tanpa ditahan dan ditumpuk di gudang.
  • BNPB menyebut kondisi ini membuat distribusi bantuan logistik harus dioptimalkan melalui jalur udara.
  • Abdul Muhari, mengatakan saat ini terdapat tiga kabupaten di Aceh yang masih dalam atensi khusus karena keterbatasan akses darat di sejumlah titik.

Kita ingin permudah distribusi, terutama ke daerah dan pelosok yang belum menerima sembako. FADHLULLAH, Wagub Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, meminta seluruh bantuan yang diperuntukkan bagi korban banjir untuk segera disalurkan ke masyarakat terdampak tanpa ditahan dan ditumpuk di gudang.

Menurut Dek Fadh, saat ini Pemerintah Aceh juga me-nyiagakan helikopter untuk mempermudah penyaluran bantuan melalui udara ke wilayah yang terisolasi. “Kita ingin permudah distribusi, terutama ke daerah dan pe-losok yang belum menerima sembako,” tegas Dek Fadh, dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Dek Fadh juga menegas-kan, saat ini  tidak boleh lagi ada warga yang luput dari bantuan, terutama di daerah yang terputus akses darat.

Ia menyebut sejumlah wilayah yang masih mem-butuhkan percepatan distri-busi bantuan, di antaranya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Utara, serta wilayah pedalaman Aceh Ti-mur. “Masyarakat di wilayah terisolir jangan lagi ada yang tidak dapat bantuan,” kata dia. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 115 desa di wilayah tengah Provinsi Aceh dilapor-kan masih terisolasi akibat akses darat yang belum pulih sepenuhnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi ini membuat distribusi bantuan logistik harus dioptimalkan melalui jalur udara.

Kepala Pusat Data, In-formasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan saat ini terdapat tiga kabupaten di Aceh yang masih dalam atensi khusus karena keterbatasan akses darat di sejumlah titik. Ketiganya yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

“Untuk Provinsi Aceh ada tiga kabupaten yang saat ini masih dalam atensi khusus, karena status dari akses darat yang masih terbatas di beberapa titik,” ujar Muhari, dalam konferensi pers penanganan darurat benca-na banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025).

Muhari merinci, di Kabupaten Bener Meriah terdapat empat kecamatan dengan 15 desa yang terdampak. Sementara di Kabupaten Aceh Tengah, terdapat tujuh kecamatan dengan total 73 desa yang masih terisolir. Adapun di Kabupaten Gayo Lues, kondisi serupa terjadi di tiga kecamatan dengan 27 desa terdampak. Data ini merupakan hasil laporan dari tanggal 7-13 Desember 2025.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved