Banjir Landa Aceh
Bayi di Aceh Harus Makan Mi Instan Untuk Bertahan Hidup
Kami sudah melihat sendiri anak-anak yang hanya bisa menangis karena tidak ada susu formula yang tersedia. NASRUDDIN
Ringkasan Berita:
- Puluhan ribu anak-anak di Aceh terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota
- Lebih menyedihkan lagi, anak-anak dan bayi harus diberikan mi instan demi untuk menyambung hidup.
- Yayasan Geutanyoe juga menekankan, anak-anak yang terkena dampak bencana ini membutuhkan dukungan psikologis dan emosional.
Kami sudah melihat sendiri anak-anak yang hanya bisa menangis karena tidak ada susu formula yang tersedia. NASRUDDIN, Koordinator Yayasan Geutanyoe
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Puluhan ribu anak-anak di Aceh terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
“Hampir 100 ribuan anak-anak kehilangan tempat tinggal akibat disapu banjir bandang. Lebih menyedihkan lagi, anak-anak dan bayi harus diberikan mi instan demi untuk menyambung hidup. Ini sangat tidak seharusnya terjadi," Koordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin kepada Serambi, Selasa (16/12/2025).
"Kami sudah melihat sendiri anak-anak yang hanya bisa menangis karena tidak ada susu formula yang tersedia. Mereka hanya diberi mi instan sebagai pengganti makanan," sebutnya.
Yayasan Geutanyoe sangat berharap kepada semua pihak agar memprioritaskan bantuan perlengkapan bayi dan makanan bergizi untuk anak bayi serta balita.
"Anak-anak ini membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Mi instan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka," tambah Nasruddin.
Menurut Nasruddin, Yayasan Geutanyoe sudah melakukan survei dan menemukan bahwa anak-anak di Aceh sangat terdampak oleh bencana ini. Selain itu, mereka kehilangan akses ke sekolah, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
"Kami sudah melakukan upaya bantuan darurat, namun kami masih membutuhkan dukungan lebih lanjut untuk membantu anak-anak ini," jelasnya.
Pihaknya membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, perlengkapan bayi, dan kebutuhan dasar lainnya. Yayasan Geutanyoe menyerukan kepada semua pihak untuk membantu anak-anak di Aceh yang terkena dampak bencana. "Kami sangat berharap agar pemerintah dan organisasi lainnya dapat membantu kami dalam menyediakan bantuan untuk anak-anak ini," kata Nasruddin.
Yayasan Geutanyoe juga menekankan, anak-anak yang terkena dampak bencana ini membutuhkan dukungan psikologis dan emosional. Mereka harus diberikan kesempatan untuk kembali ke sekolah dan menjalani kehidupan normal.
Pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi lainnya untuk membantu anak-anak di Aceh. "Kami berharap agar anak-anak ini dapat segera kembali ke kehidupan normal dan memiliki masa depan yang cerah," pungkas Nasruddin.(zb)
Banjir Landa Aceh
Bayi di Aceh Harus Makan Mi Instan Untuk Bertahan
Korban Banjir dan Longsor di Aceh
bayi makan mie instan
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mi-instan-dan-bumbunya.jpg)