Kamis, 28 Mei 2026

Bireuen

Warga Kapa Peusangan Cuci Pakaian di Badan Jalan yang Putus

“Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS/Yusmandin Idris
Cuci pakaian – Kaum ibu Desa Kapa, Peusangan Bireuen, Selasa (16/12/2025) cuci pakaian di badan jalan yang putus desa setempat. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 
Ringkasan Berita:
  • Ruas jalan aspal dari Desa Kapa menuju Desa Meuse hingga tembus ke Kutablang juga putus sepanjang sekitar 40 meter.
  • Kondisi tersebut dimanfaatkan warga, khususnya kaum ibu, untuk mencuci pakaian karena tidak tersedia sumber air bersih lainnya.
  • “Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia

Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir yang melanda Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga.

Sejumlah rumah hilang, rusak berat, serta fasilitas umum ikut terdampak.

Ruas jalan aspal dari Desa Kapa menuju Desa Meuse hingga tembus ke Kutablang juga putus sepanjang sekitar 40 meter akibat tergerus banjir.

Pada bagian jalan yang putus itu terbentuk alur air kecil.

Kondisi tersebut dimanfaatkan warga, khususnya kaum ibu, untuk mencuci pakaian karena tidak tersedia sumber air bersih lainnya.

Baca juga: BNPB Janji Kerahkan Mobil Tangki Air dan Bangun Sumur Bor di Aceh Timur

“Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan sebelum titik putus juga mengalami kerusakan.

Aspal terkelupas, longsor, dan ambles di sejumlah titik. 

Zakaria, warga Desa Kapa yang rumahnya turut hancur dan dipenuhi endapan lumpur, mengatakan jalan yang putus berada di Dusun Krueng Dhoe, berbatasan dengan Desa Meuse dan Blang Panjoe.

Jalan tersebut merupakan akses menuju jalan nasional Banda Aceh–Medan melalui Desa Meuse, dengan jarak sekitar 500 meter dari Kapa.

Selain putus sepanjang lebih dari 40 meter, badan jalan juga dipenuhi batang pohon kelapa yang belum dipindahkan.

Warga yang ingin melintas harus turun ke bagian bawah jalan dan berjalan kaki.

Sementara kendaraan roda dua belum dapat melewati jalur tersebut karena tanjakan curam dan banyaknya batang kayu yang menghalangi.

Zakaria dan warga lainnya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang putus dan amblas itu, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju berbagai desa hingga ke Kutablang dan Peusangan. (*)

Baca juga: RAPI Langsa Fokus Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir di Pedalaman Aceh Timur dan Aceh Tamiang

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved