Rabu, 27 Mei 2026

Aceh Utara

Korban Banjir Terus Bertambah, 164 Orang Meninggal dan Enam Masih Hilang

“Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga menyebabkan 2.015 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO 
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa 
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Aceh Utara pada Selasa (16/12/2025), tercatat sebanyak 164 orang meninggal dunia.
  • Sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.
  • Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga menyebabkan 2.015 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara menimbulkan korban jiwa dan kemanusiaan yang sangat besar.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Aceh Utara pada Selasa (16/12/2025), tercatat sebanyak 164 orang meninggal dunia.

Sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

“Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga menyebabkan 2.015 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambinews.com, Rabu (17/12/2025).

Para korban luka saat ini mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan serta pos layanan medis yang disiagakan di wilayah terdampak.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa UNIKI Laksanakan Pengabdian di Lokasi Banjir Bireuen

Bencana banjir turut berdampak serius terhadap kelompok rentan. 

Data mencatat sebanyak 1.309 ibu hamil terdampak dan membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi layanan kesehatan maupun pemenuhan gizi.

Sementara itu, jumlah balita terdampak mencapai 8.416 orang, lansia sebanyak 5.401 orang, serta 382 penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan dan penanganan khusus.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas bersama BPBD, serta relawan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap enam korban yang belum ditemukan.

Pencarian difokuskan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terbawa arus banjir, termasuk aliran sungai, kawasan persawahan, dan permukiman yang rusak parah.

“Upaya pencarian terus dilakukan meskipun kondisi medan cukup sulit. Kami berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” ujar salah satu petugas SAR di lapangan.

Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur. 

Ribuan warga terpaksa mengungsi dan masih bergantung pada bantuan logistik dari pemerintah dan relawan.(*)

Baca juga: Warga Kapa Peusangan Cuci Pakaian di Badan Jalan yang Putus

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved