Bireuen
Warga Kapa Peusangan Cuci Pakaian di Badan Jalan yang Putus
“Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Ruas jalan aspal dari Desa Kapa menuju Desa Meuse hingga tembus ke Kutablang juga putus sepanjang sekitar 40 meter.
- Kondisi tersebut dimanfaatkan warga, khususnya kaum ibu, untuk mencuci pakaian karena tidak tersedia sumber air bersih lainnya.
- “Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir yang melanda Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga.
Sejumlah rumah hilang, rusak berat, serta fasilitas umum ikut terdampak.
Ruas jalan aspal dari Desa Kapa menuju Desa Meuse hingga tembus ke Kutablang juga putus sepanjang sekitar 40 meter akibat tergerus banjir.
Pada bagian jalan yang putus itu terbentuk alur air kecil.
Kondisi tersebut dimanfaatkan warga, khususnya kaum ibu, untuk mencuci pakaian karena tidak tersedia sumber air bersih lainnya.
Baca juga: BNPB Janji Kerahkan Mobil Tangki Air dan Bangun Sumur Bor di Aceh Timur
“Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan sebelum titik putus juga mengalami kerusakan.
Aspal terkelupas, longsor, dan ambles di sejumlah titik.
Zakaria, warga Desa Kapa yang rumahnya turut hancur dan dipenuhi endapan lumpur, mengatakan jalan yang putus berada di Dusun Krueng Dhoe, berbatasan dengan Desa Meuse dan Blang Panjoe.
Jalan tersebut merupakan akses menuju jalan nasional Banda Aceh–Medan melalui Desa Meuse, dengan jarak sekitar 500 meter dari Kapa.
Selain putus sepanjang lebih dari 40 meter, badan jalan juga dipenuhi batang pohon kelapa yang belum dipindahkan.
Warga yang ingin melintas harus turun ke bagian bawah jalan dan berjalan kaki.
| Pawai Menyambut 1 Muharram 1448 H di Samalanga Sukses, Ini Nama-nama Juaranya |
|
|---|
| Mahasiswa UNIKI Gelar Pengabdian di Kampus PSDKU Lhokseumawe |
|
|---|
| Sambut Tahun Baru Islam, Ratusan ASN Bireuen Zikir Bersama di Masjid Agung Sultan Jeumpa |
|
|---|
| Kendaraan Roda Empat dari Banda Aceh ke Jembatan Kutablang Tak Bisa Lewat, Balik Via Awe Geutah |
|
|---|
| Seleksi Calon Mahasiswa Baru UNIKI Sistem CAT, Ini Jadwalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cuci-baju-1712.jpg)