Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

26 Madrasah di Pidie Terendam Lumpur Banjir, 6 MIN dan KUA Paling Parah

Data Kantor Kementrian Agama atau Kankemenag Pidie mencatat 26 madrasah dan tiga Kantor Urusan Agama atau KUA terendam banjir lumpur.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
LUMPUR BANJIR - Halaman MIN 26 Pidie, di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Kamis (18/12/2025), masih dikepung lumpur banjir. Pembersihan harus menggunakan alat berat. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Data Kantor Kementrian Agama atau Kankemenag Pidie mencatat 26 madrasah dan tiga Kantor Urusan Agama atau KUA terendam banjir lumpur.

Untuk diketahui, banjir lumpur menerjang sarana pendidikan dan rumah warga dampak dari meluap Dasar Aliran Sungai atau DAS Tiro, Rabu (26/11/2025). 

Luapan DAS Tiro akibat tumpukan kayu gelondongan tersangkut di jembatan Kembang Tanjong.

Kayu bulat besar maupun kecil terbawa banjir dari pegunungan Tiro, sehingga permukiman warga di sepanjang DAS Tiro, harus menerima tumpahan lumpur

Tanah lumpur paling parah terjadi di kawasan topografi paling rendah. Tak heran, saat ini di jalan Kembang Tanjong- Kota Mini Beureunuen, bahwa debu mengganggu pengguna jalan.

Kepala Kankemenag Pidie, Samhudi SSi, didampingi Kasi PAI Kankemenag Pidie, Asrizal, kepada Serambinews.com, Kamis (18/12/2025) mengatakan, tercatat 26 RA, MIN, MTs, MAN dan KUA terendam lumpur banjir.

Baca juga: Penyaluran Gas Elpiji di Aceh Besar Baru 57 Persen, Masyarakat Diminta Bijak 

Saat ini, tiga MIN dan KUA paling parah terkena dampak lumpur banjir.

Ia menyebutkan, ketiga MIN itu adalah MIN 51 Pidie di Beureueh, Kecamatan Mutiara, MIN 31 Pidie di Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur dan MIN 26 Pidie di Kembang Tanjong. 

Berikutnya, KUA Mutiara, KUA Mutiara Timur dan Kembang Tanjong. 

Kata Asrizal, madrasah dan KUA yang terkena banjir telah dibersihkan lumpur dengan melibatkan Polri, TNI dan ASN Kankemenang Pidie

Sehingga madrasah telah bersih, kecuali tiga MIN dan KUA yang perlu dilakukan pembersihan lanjutan. Sebab, tanah lumpur masih tebal di halaman madrasah. 

"Saat ini, ujian akhir semester telah selesai, sehingga anak-anak telah libur sendiri. Guru yang terganggu mengisi rapor karena madrasah masih berlumpur," ujarnya. 

Baca juga: Kelangkaan Elpiji belum Berakhir, Kini Banda Aceh Krisis Semen

Ia menjelaskan, banjir menerjang madrasah, dengan ketinggian genangan air banjir paling tinggi 100 cm seperti terjadi di MIN 31 Pidie. Selain itu, lama genangan air berlumpur terjadi 24 jam lebih. 

Adapun ketinggian lumpur sekitar 70 cm terjadi di MIN 31 Pidie. Juga kerusakan ruang yang masuk kategori sedang dan ringan.

Bahwa, kerusakan terjadi dimobiler, antara lain kursi, meja dan lemari, yang masuk kategori sedang dan ringan.

Banjir tersebut juga berdampak terhadap alat elektronik seperti komputer PC dan laptop milik madrasah terendam banjir. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved