Sabtu, 25 April 2026

Banjir Landa Aceh

Saat Kunjungi Aceh Utara, JK: Luas Wilayah Terdampak Banjir Melebihi Tsunami

Dampak banjir di Aceh dari sisi luas wilayah terdampak lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh tahun 2004.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
PMI Aceh Utara
JK DI ACEH UTARA - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Bungkah dan Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua PMI Jusuf Kalla menilai banjir Aceh 2025 dari sisi luas wilayah terdampak lebih parah dibanding tsunami 2004, meski tingkat kehancuran bangunan berbeda.
  • Tercatat 71.637 pengungsi di 226 titik. Ribuan rumah, pesantren, irigasi, dan 14.509 hektare sawah rusak atau tertutup lumpur akibat banjir.
  • PMI menyalurkan pangan, layanan kesehatan, air bersih, logistik, serta membantu pembersihan lumpur. Pembangunan rumah menjadi tanggung jawab pemerintah. 
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dampak banjir di Aceh dari sisi luas wilayah terdampak lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh tahun 2004.

Hal itu disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Bungkah dan Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025).

Dalam kunjungannya, JK mantan Wakil Presiden dua periode ini menilai dampak banjir kali ini dari sisi luas wilayah terdampak lebih parah dibandingkan bencana tsunami Aceh.

Di Desa Bungkah, JK melihat secara langsung kondisi rumah warga yang sebagian hancur dan sebagian lainnya dipenuhi lumpur serta pasir setinggi satu hingga dua meter.

Menurut JK, kerusakan akibat banjir berbeda dengan tsunami.

“Kalau tsunami, seluruh rumah hancur. Banjir ini tidak semuanya hancur, tapi banyak rumah terendam lumpur dan pasir.

Namun dari sisi luas wilayah yang terdampak, banjir kali ini lebih besar dibanding tsunami,” ujar JK didampingi Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil serta jajaran pengurus PMI pusat dan daerah.

Baca juga: Ketika Lumpur di Sepatu dan Air Mata Mualem jadi Saksi, Tangisan yang Ditolak Negara

Selain meninjau permukiman warga, JK juga mengunjungi masjid dan lokasi pengungsian korban banjir.

Ia memastikan PMI telah menggelar operasi kemanusiaan sejak 27 November 2025 di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

“PMI menyiapkan bahan makanan, logistik, layanan kesehatan gratis, serta penyediaan air bersih untuk para pengungsi,” jelasnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 71.637 pengungsi masih bertahan di 226 titik pengungsian. Banjir juga mengakibatkan kerusakan serius pada sektor pertanian dan infrastruktur.

Sebanyak 12 daerah irigasi utama dan delapan daerah irigasi tersier mengalami kerusakan. Selain itu, 14.509 hektare sawah tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat difungsikan kembali.

Soal Bantuan Negara Asing

Baca juga: Menteri ESDM Bahlil: Listrik di Aceh Mulai Pulih, 4 Kabupaten Masih Alami Pemadaman Bergilir

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait bantuan dari negara asing, JK menegaskan bahwa keputusan menerima atau menolak bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.

“Tidak perlu diminta. Kalau pemerintah menyatakan sanggup, ya sanggup. Tapi kalau ada bantuan yang diberikan, ya diterima.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved