Kamis, 28 Mei 2026

Berita Bireuen

FK Umuslim dan IDI Bireuen Bawa Obat untuk Pengungsi

“Kami turun lengkap dengan dokter spesialis, perawat, relawan, dan unsur lainnya. Tim benar-benar disiapkan untuk menyentuh

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS/Yusmandin Idris
Obat - Tim medis gabungan dari berbagai organisasi kesehatan yang dikoordinir FK Umuslim bersama IDI Bireuen dalam kunjungan lapangan mengobati pengungsi membawa berbagai jenis obat, namun bantuan obat obatan sangat diharapkan untuk mengobati pengungsi. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmanddin | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tim medis gabungan yang dikoordinir Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim (Umuslim) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bireuen membawa berbagai jenis obat dalam jumlah besar saat memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi korban banjir bandang. 

Kegiatan berlangsung di posko pengungsian Gudang Pinang Nek Bah, Gampong Raya Dagang, Peusangan, Jumat (19/12/2025).

Pantauan Serambinews.com, belasan kardus berisi obat-obatan ditempatkan di lokasi. 

Puluhan dokter dan tenaga medis terlihat sigap melayani pasien dari 22 baita pengungsi, yang dihuni 232 anak-anak, 250 remaja, 530 orang dewasa, 180 lansia, serta 10 ibu hamil dan 16 ibu menyusui.

Tim medis ini merupakan kolaborasi lintas sektor, melibatkan FK Umuslim, IDI Bireuen, Dikti Saintek Berdampak, Dinas Kesehatan Bireuen, kampus wakaf, serta relawan kesehatan lainnya. 

Baca juga: Hari Ini, BKKBN Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Dekan FK Umuslim sekaligus Ketua IDI Bireuen, dr Zumirda Sp.B, FINACS, FICS, menyebutkan, pengabdian ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan dan memberikan obat kepada pengungsi.

“Kami turun lengkap dengan dokter spesialis, perawat, relawan, dan unsur lainnya. Tim benar-benar disiapkan untuk menyentuh kebutuhan fisik maupun mental pengungsi,” ujarnya.

Menurut dr Zumirda, meski membawa obat dalam jumlah banyak, persediaan masih terbatas sehingga pihaknya berharap ada tambahan bantuan. 

Keluhan kesehatan yang diantisipasi antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), radang paru-paru, infeksi mata, penyakit kulit, cacingan, demam, batuk, pilek, serta gangguan jantung dan kesehatan jiwa. Untuk aspek psikososial, tim juga melibatkan rohaniawan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved