Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bendera Putih Berkibar di Lamno Sebagai Bentuk Kecewa pada Pemerintah

Pengibaran bendera ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan rakyat kepada pemerintah pusat atas lambannya penanganan bencana

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI BARAT EDISI AHAD 20251221 
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Kecamatan Jaya, Aceh Jaya mengibarkan bendera putih disepanjang jalan nasional Meulaboh-Banda Aceh
  • Pengibaran bendera ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan rakyat kepada pemerintah pusat atas lambannya penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor
  • Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur publik, tapi menelan korban jiwa dalam jumlah banyak, terputus akses jalan dan komunikasi, serta kurangnya pasokan makanan

“Saya sangat mendukung, apabila perlu seluruh Aceh Jaya naikkan bendera putih ini, agar negara tahu betapa sakitnya kita atas penanganan bencana yang dilakukan oleh negara.” Abdullah, Warga Lamno 

SERAMBINEWS.COM, CALANG – Masyarakat Kecamatan Jaya, Aceh Jaya mengibarkan bendera putih disepanjang jalan nasional Meulaboh-Banda Aceh. Pengibaran bendera ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan rakyat kepada pemerintah pusat atas lambannya penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, khususnya di Aceh. 

Amatan Serambi, Sabtu (20/12/2025), bendera putih dalam jumlah banyak dikibarkan disepanjang di bahu jalan. Tak hanya di pinggir jalan, bendera putih juga dikibarkan warga di depan rumah dan toko di seputaran Lamno.

Salah seorang warga Lamno menyebutkan, bendera tersebut mulai dikibarkan pada Sabtu, sebagai tanda ketidakmampuan negara dalam menangani bencana banjir dan longsor yang meladan Aceh pada 26 November 2025.

Di Aceh, terdapat 18 dari 23 kabupaten/kota luluh lantak dihantam bencana banjir. Hanya lima daerah yang tidak terdampak langsung, seperti Aceh Jaya, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Simeulue.  

Bencana ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur publik, tapi menelan korban jiwa dalam jumlah banyak, terputus akses jalan dan komunikasi, serta kurangnya pasokan makanan selama sepekan sejak bencana melanda.  

"Mungkin ini bentuk kekecewaan masyarakat kepada negara, hingga saat ini banyak daerah yang masih sulit diakses meski bencana sudah hampir 1 bulan terjadi," sebutnya.

Abdullah, warga lain mengungkapkan rasa kecewannya kepada pemerintah dalam menanggani bencana Aceh. Karena itu ia mengapresiasi para pihak yang mengibarkan bendera putih.

"Saya sangat mendukung, apabila perlu seluruh Aceh Jaya naikkan bendera putih ini, agar negara tahu betapa sakitnya kita atas penanganan bencana yang dilakukan oleh negara," tegas dia.(rb)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved