Pemerintahan
Stabilitas Sosial dan Peran Sekda Aceh Dinilai Sangat Menentukan Pemulihan Pascabencana
Akademisi sekaligus pengamat politik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Effendi Hasan, MA. menilai kondisi stabilitas sosial dan peran penting
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Akademisi sekaligus pengamat politik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Effendi Hasan, MA. menilai kondisi stabilitas sosial dan peran penting Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, sangat menentukan pemulihan pascabencana di Tanah Rencong.
“Menurut saya saat ini Aceh membutuhkan kerja kolaboratif, bukan energi yang habis untuk polemik,” kata Effendi Hasan, dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Effendi juga menyampaikan dukungannya terhadap Sekda Aceh dalam upaya penanganan masyarakat terdampak bencana serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Menurutnya, Sekda telah menjalankan fungsinya dengan sangat baik dan profesional dalam penangganan bencana yang melanda Aceh. Selain itu, Sekda juga sangat mampu mengimbangi gerak Mualem di lapangan dalam menangani dampak bencana.
Lebih lanjut, Effendi menegaskan, bahwa dalam situasi krisis dan darurat kemanusiaan, hal paling krusial adalah menjaga fokus kolektif masyarakat Aceh agar tidak terpecah oleh isu-isu yang bersifat tidak produktif.
Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Lepas Rombongan Mobil Offroad, Bawa Sembako ke Daerah Terisolasi di Gayo Lues
“Semua elemen masyarakat seharusnya tidak kehilangan fokus dan justru memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan pak Sekda Aceh, dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Effendi mengungkap, bahwa Sekda Aceh memiliki peran strategis sebagai pengendali administrasi pemerintahan dan koordinasi lintas sektor, terutama dalam memastikan efektivitas penyaluran bantuan, pemulihan layanan publik, serta percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip USK itu juga mengingatkan bahwa secara teoritis dan empiris, fase pascabencana adalah periode paling rentan terhadap kegagalan tata kelola apabila tidak ditopang oleh stabilitas sosial dan kepercayaan publik.
“Rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal kepercayaan, koordinasi, dan ketenangan sosial. Jika energi publik terjebak pada hal-hal lain yang tidak substansial, maka proses pemulihan akan berjalan lambat dan tidak optimal,” jelasnya.
Oleh karena itu, Effendi mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dalam satu solidaritas atas nama rakyat Aceh guna membela dan fokus membantu kepentingan korban bencana di atas kepentingan lain.
“Fokus pada urusan kemanusiaan adalah sikap paling bijaksana dalam situasi seperti ini. Aceh pernah melewati masa-masa sulit, dan kita tahu bahwa kolaborasi adalah kunci untuk bangkit,” pungkasnya.(*)
| Kesbangpol Se-Aceh Sinkronkan Program Kerja, Fokus Jaga Demokrasi dan Kewaspadaan Nasional |
|
|---|
| Lapas Bireuen Gelar Pisah Sambut Lima Pejabat Struktural, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Buka Forum RKPD Abdya 2027, Wabup Zaman Akli Instruksikan Tiga Hal Penting |
|
|---|
| Plt Sekda Abdya Sidak Kedisiplinan ASN di Hari Pertama Kerja |
|
|---|
| Bupati TRK Tunjuk Hizbulwatan Jadi Plt Sekda Nagan Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekda-909ikl.jpg)