LPG Oplosan
LPG Oplosan Beredar di Banda Aceh, Ancam Keselamatan Pengguna, Ini Cirinya
Dalam beberapa hari terakhir, LPG oplosan mulai ditemukan beredar di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
“Yang paling kasian masyarakat sebagai pengguna, LPG oplosan ini tidak ada aspek safety-nya, sehingga mengancam nyawa manusia. Kemudian takarannya tidak sesuai, warga rugi secara ekonomi,” ujarnya.
LPG oplosan memang lebih menarik bagi sebagian masyarakat karena dijual dengan harga di bawah standar Pertamina.
Namun, isi gasnya berkurang.
Sebagai contoh, tabung LPG 12 kilogram yang standar memiliki berat total 27 Kg, sedangkan yang oplosan dipastikan di bawah itu.
Berdasarkan informasi yang beredar, para pedagang menjual LPG oplosan ini secara terang-terangan melalui media sosial di Banda Aceh.
Dipastikan sudah banyak warga yang membelinya.
Menurut Toke Awi, LPG oplosan ini dibawa dari Medan dan dioplos di provinsi tetangga tersebut, lalu didistribusikan ke Banda Aceh melalui jalur darat.
Sebelumnya, distribusi LPG ilegal ini dilakukan melalui jalur barat selatan Aceh.
Namun, setelah jembatan penghubung di Bireuen kembali terkoneksi, besar kemungkinan tabung LPG oplosan juga dibawa melalui lintas pantai timur utara.
“Saat jembatan sempat putus, hampir tidak ada LPG ilegal yang masuk ke Aceh. Kini, keberadaannya kembali ditemukan karena pasokan berasal dari Medan,” ujarnya.
Ciri-ciri LPG oplosan dapat dikenali dari segel yang rusak dan tidak memiliki barcode, serta berat tabung yang tidak sesuai standar.
Selain itu, api kompor cenderung tidak stabil saat digunakan, bau gas lebih menyengat, waktu pemakaian lebih singkat, dan harga jualnya berada di bawah standar.
Salah satu kerugian utama dari LPG oplosan adalah rendahnya standar keamanan.
Tabung yang dioplos lebih rentan mengalami kebocoran.
Jika terjadi kebocoran dan terdapat sumber api di sekitarnya, kondisi ini dapat memicu ledakan atau kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lapg-73hhe.jpg)