Banjir Landa Aceh
Bobot Kendaran Dibatasi 3 Ton di Jembatan Darurat Menuju Singkil
"Jembatan ini jembatan darut, kami harapkan patuhi aturan yaitu 3 ton saja," kata kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam'un, di lokasi jembatan.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Banjir yang melanda Aceh membuat akses menuju Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, terganggu.
- Satu-satunya jalur darat melalui jembatan darurat di Desa Gosong Telaga Barat hanya bisa dilintasi kendaraan dengan bobot maksimal 3 ton.
- Kadishub Aceh Singkil, Syam’un, menegaskan aturan ini demi menjaga kondisi jembatan yang masih darurat, terbuat dari batang kelapa dan kayu.
- Senin (22/12/2025), jembatan sempat ditutup selama dua jam.
- Akibatnya, kendaraan roda 2 hingga roda 4 sempat antre.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Muatan kendaraan yang diizinkan melintas di jembatan darurat menuju Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, di Desa Gosong Telaga Barat, dibatasi.
Maksimal bobot muatan kendaraan yang bisa melintas 3 ton.
Hal itu diberlakukan untuk menjaga kondisi jembatan batang kelapa serta kayu yang masih darurat.
"Jembatan ini jembatan darut, kami harapkan patuhi aturan yaitu 3 ton saja," kata kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam'un, di lokasi jembatan darut, Senin (22/12/2025).
Syam'un berharap ketentuan itu dipatuhi demi kenyamanan dan keamanan pengendara itu sendiri.
"Jadi untuk kebersamaan kita mohon saling mengingatkan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil.
Di lokasi pihak Dinas Perhubungan Aceh Singkil, telah memasang pemberitahuan mengenai bobot kendaraan yang bisa melintas di jembatan darurat.
Sebelumnya kendaran sempat mengular di jembatan darurat menuju Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Senin (22/12/2025).
Kondisi itu terjadi lantaran jembatan darurat ditutup selama dua jam mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, saat sedang ada penuntasan pengerjaan di sisi sebelah Timur.
Pengendara roda dua, tiga dan roda empat rela menunggu perbaikan yang dilakukan personel TNI dan Polri.
Lantaran akses jalan itu merupakan satu-satunya menuju Singkil.
Baca juga: Akibat Antrean BBM di Suak Raya, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
Sementara melalui jalur alternatif jalan evakuasi tsunami via Pea Bumbung, tergenang air.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam'un bersama Waka Polres Aceh Singkil Kompol Tasmin dan sejumlah perwira Kodim 0109/Aceh Singkil, turut berjibaku mengerjakan jembatan darurat.
Para pengendara tanpa disuruh turut membantu mengangkat papan untuk mempercepat pemasangan papan lantai jembatan.
Selesai pengerjaan personel TNI, Polri dan Dinas Perhubungan, dibuat sibuk mengatur kendaran yang semua ingin jalan duluan.
Berkat kesigapan aparat, antrean mengular kendaraan dapat diurai.(*)
Baca juga: Diterjang Banjir Bandang, Potret Masjid Kampung Sekumur Aceh Tamiang Tetap Berdiri Kokoh
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Proses-penuntasan-pengerjaan-jembatan-darurat-di-ruas-jalan-menuju-Singkil.jpg)