INFO BPJN ACEH
Jembatan Natam Putus Diterjang Banjir, BWS dan BPJN Kebut Pembangunan Jalan Alternatif
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat membangun jembatan alternatif Natam
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Sejak jembatan Natam putus akibat derasnya arus Sungai Alas, masyarakat Kecamatan Darul Hasanah mengalami keterisolasian yang berdampak langsung terhadap perekonomian.
- Para petani kesulitan memasarkan hasil bumi, seperti durian dan komoditas unggulan lainnya, karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat membangun jembatan alternatif Natam, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, yang putus akibat diterjang banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu.
Dalam upaya percepatan tersebut, BWS Sumatera I mengerahkan alat berat untuk memindahkan alur Sungai Alas.
Langkah ini dilakukan guna memudahkan BPJN Aceh membangun jembatan alternatif berbahan kayu di lokasi jembatan Natam yang putus.
Jembatan sementara ini nantinya akan menghubungkan Kecamatan Badar dengan Kecamatan Darul Hasanah.
Baca juga: Siklon Tropis GRANT Terbentuk di Samudra Hindia, Waspadai Daerah Indonesia Ini Dalam 24 Jam ke Depan
Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr Denny Febrian Roza, SSTP, MSi, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana tersebut.
“Kita memberikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, yang telah meninjau langsung kerusakan infrastruktur. Apresiasi juga kepada Anggota Komisi V DPR RI Irmawan, M Salim Fakhry, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Kepala BWS Sumatera I Asyari, Kepala BPJN Aceh, serta seluruh pihak terkait,” kata Denny kepada Serambinews.com, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, sejak jembatan Natam putus akibat derasnya arus Sungai Alas, masyarakat Kecamatan Darul Hasanah mengalami keterisolasian yang berdampak langsung terhadap perekonomian.
Para petani kesulitan memasarkan hasil bumi, seperti durian dan komoditas unggulan lainnya, karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
“Selama ini masyarakat terpaksa memutar melalui Jembatan Silayakh Pedesi di Kecamatan Lawe Alas dengan jarak sekitar 20 kilometer. Ini tentu memakan waktu lama, terutama untuk kendaraan roda empat, baik untuk menjual hasil panen maupun membeli sembako dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Denny menambahkan, pembangunan jembatan alternatif oleh BPJN Aceh serta pemindahan alur Sungai Alas oleh BWS Sumatera I diharapkan dapat segera mengatasi keterisolasian masyarakat.
“Ini langkah cepat yang sangat membantu masyarakat, dan tentu patut kita apresiasi,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Darul Hasanah, Salihan, juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan alternatif Natam. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat segera rampung sehingga bisa dilalui kendaraan bermotor.
“Selama jembatan putus, kami benar-benar terisolasi. Mudah-mudahan jembatan alternatif ini cepat selesai agar aktivitas masyarakat kembali normal,” harapnya.(*)
| Respons Cepat Kementerian PU, Jembatan Armco Gampong Salah Sirong Segera Dibangun |
|
|---|
| BPJN Aceh Bangun Jembatan Permanen Teupin Mane Akhir Januari 2026, Panjang 160 Meter |
|
|---|
| Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara Terdampak Longsor, Kementerian PU Targetkan Normal 7 Januari |
|
|---|
| BPJN Aceh Pulihkan Jalan Sp Uning–Owaq, Akses Aceh Tengah–Gayo Lues Kembali Terbuka |
|
|---|
| Kementerian PU Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak di Gayo Lues |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-99ijkl.jpg)