Rabu, 6 Mei 2026

INFO BPJN ACEH

BPJN Aceh Bangun Jembatan Permanen Teupin Mane Akhir Januari 2026, Panjang 160 Meter

Pembangunan ini bertujuan meningkatkan konektivitas serta keselamatan lalu lintas pada ruas jalan nasional

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: IKL
for serambinews/Dok. BPJN Aceh
Bupati Bireuen H Mukhlis, ST bersama tim BPJN Aceh saat meninjau Jembatan Bailey Teupin Mane, Bireuen, Rabu (7/1/2026). 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh akan memulai pembangunan jembatan permanen Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, pada akhir Januari 2026.

Pembangunan ini bertujuan meningkatkan konektivitas serta keselamatan lalu lintas pada ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak bencana.

Jembatan permanen tersebut akan dibangun di sisi kiri jembatan lama dan berdampingan dengan jembatan sementara Bailey Teupin Mane yang telah rampung dikerjakan pada Senin (15/12/2025). 

Bupati Bireuen H Mukhlis, ST bersama tim BPJN Aceh
Bupati Bireuen H Mukhlis, ST bersama tim BPJN Aceh saat meninjau Jembatan Bailey Teupin Mane, Bireuen, Rabu (7/1/2026).

Jembatan baru tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 160 meter.

“Jembatan akan dibangun sepanjang 160 meter di samping jembatan Bailey,” kata Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah III Aceh, Azis, di Takengon, Kamis (8/1/2026).

Dijelaskan, konstruksi jembatan permanen ini akan menggunakan struktur box girder baja yang dinilai lebih kuat dan tahan terhadap kondisi medan serta cuaca ekstrem.

Penggunaan struktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperpanjang umur layanan infrastruktur.

Baca juga: BPJN Aceh Fungsikan Jembatan Bailey Umah Besi Gajah Putih Mulai Hari Ini

Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga akan melakukan penanganan terhadap 18 titik longsor dan jalan amblas pada ruas penghubung Teupin Mane, Bireuen, dengan Bener Meriah.

Penanganan titik-titik rawan tersebut dijadwalkan dimulai secara bertahap pada akhir Januari 2026.

BPJN Aceh menegaskan seluruh pekerjaan akan dilaksanakan sesuai standar teknis serta tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi. 

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Pembangunan jembatan permanen dan penanganan titik rawan ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tengah Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved