Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Besar

Titik Panas Terpantau, Ini Prakiraan Cuaca dan Tinggi Gelombang Laut di Aceh 

“Terdapat satu titik panas di Aceh, kawasan Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara,” ungkap Prakirawan BMKG, Miftahul Jannah saat dihubungi, Minggu.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
ILUSTRASI TITIK PANAS - Suasana senja saat matahari tenggelam jelang azan Magrib di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, Minggu (21/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) kembali mencatat, sebanyak satu titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS.

“Terdapat satu titik panas di Aceh, kawasan Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara,” ungkap Prakirawan BMKG, Miftahul Jannah saat dihubungi, Minggu (21/12/2025).

Sementara tinggi gelombang laut di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh dan secara umum di perairan Aceh, berkisar antara 0,50 - 2,00 meter, termasuk dalam kategori rendah hingga sedang.

“Kemudian untuk wilayah Banda Aceh, cuaca relatif kondusif untuk beberapa hari ke depan,” jelas Miftahul.

Baca juga: BNPB Fokus Percepatan Bantuan dan Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang  

Peringatan Dini Cuaca

Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca di Aceh, berupa potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada tujuh wilayah meliputi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur pada Senin (22/12/2025).

Kemudian kondisi yang sama diperkirakan dapat terjadi di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Gayo Lues pada keesokan harinya.

Kondisi ini disebabkan gelombang atmosfer Rossby di wilayah Aceh, berpotensi menambah aktivitas konvektif.

Daerah belokan angin dan konvergensi juga memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat Aceh, dapat meningkatkan penambahan massa uap air.

“Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ujar Miftahul.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan dengan intensitas sedang hingga 
lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama.

“Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik rintik di daerah pegunungan, maka masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved