Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Besar

RSUD Aceh Besar Bantah Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan

“Ini jelas tidak benar. Jika sampai lima bulan terjadi kekosongan obat, tentu operasional rumah sakit sudah berhenti sejak lama. Yang terjadi...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
CEK OBAT - Asisten III Sekda Aceh Besar, Abdullah SSos didampingi Direktur RSUD Aceh Besar dr. Bunaiya MKM dan Kabag Hukum Rafzan SH MH mengecek ketersedian obat saat meninjau gudang Farmasi RSUD Aceh Besar, Rabu (22/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Manajemen RSUD Aceh Besar membantah isu adanya kekosongan obat hingga lima bulan. 
  • Namun, yang terjadi hanyalah kekosongan sementara pada beberapa jenis obat, dan segera dipenuhi kembali.
  • Bidang farmasi RSUD secara rutin melakukan pendataan stok obat untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga. 
  • Kepala Bidang Farmasi, Apoteker Ika Darmiati, menambahkan bahwa keterbatasan hanya terjadi pada beberapa item tertentu, namun selalu tersedia alternatif obat dengan fungsi setara.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar membantah tegas isu yang menyebutkan adanya kekosongan obat hingga lima bulan.

Pihak rumah sakit menilai informasi tersebut tidak sesuai fakta dan perlu diluruskan kepada publik.

Direktur RSUD Aceh Besar, dr Bunaiya Putra MKM mengatakan secara logika operasional, rumah sakit tidak mungkin tetap berjalan jika benar terjadi kekosongan obat dalam waktu selama itu.

“Ini jelas tidak benar. Jika sampai lima bulan terjadi kekosongan obat, tentu operasional rumah sakit sudah berhenti sejak lama. Yang terjadi sebenarnya hanya kekosongan sementara pada beberapa jenis obat, dan itu pun segera terpenuhi dalam waktu singkat,” kata Bunaiya dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, manajemen RSUD secara rutin menginstruksikan bidang farmasi untuk melakukan pendataan terhadap stok obat, khususnya yang mulai menipis.

Data tersebut menjadi dasar dalam proses pengadaan agar ketersediaan obat tetap terjaga.

“Langkah ini kami lakukan secara disiplin dan berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Farmasi RSUD Aceh Besar, Apoteker Ika Darmiati, turut menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukanlah kekosongan total, melainkan keterbatasan pada beberapa item tertentu.

Dalam situasi tersebut, pihak rumah sakit menyediakan alternatif obat dengan fungsi yang setara.

“Misalnya untuk beberapa jenis obat seperti insulin tertentu atau pengencer darah, jika stok utama terbatas, kami siapkan alternatif lain dengan khasiat yang sama,” jelas Ika.

Ia juga menyebutkan, peningkatan layanan Poli Jantung sejak awal tahun turut berdampak pada tingginya kebutuhan obat.

Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter spesialis untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi.

“Kami sudah meminta daftar kebutuhan obat dari dokter spesialis jantung, dan saat ini sudah terpenuhi,” katanya.

Baca juga: Ditemui Wabup dan Sekda, Dokter Spesialis & Tenaga Medis RSUD Aceh Besar Sepakat Kembali Bertugas

Sementara itu, tenaga medis di lini pelayanan, dr. Yanti Trisnawati, Sp.PD dan dr. Yulidar, memastikan koordinasi antara dokter dan farmasi terus berjalan guna menjamin pasien tetap mendapatkan penanganan yang optimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved