Jumat, 24 April 2026

INFO BPJN ACEH

Tak Lagi Terisolasi, BPJN Aceh Pastikan Akses Menuju Takengon Kembali Pulih

Jalur nasional Bireuen – Bener Meriah – Takengon kini kembali terbuka bagi masyarakat setelah sebelumnya terputus akibat bencana tanah longsor dan ...

Editor: IKL
for serambinews
PEMBERSIHAN JALAN - Pembersihan jalan menggunakan alat berat, di Desa Lampahan yang menhghubungkan Bener Meriah - Aceh Tengah, Rabu, (24/12/2025) 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh berhasil memulihkan konektivitas menuju dataran tinggi Gayo yang sempat lumpuh total. 

Jalur nasional Bireuen – Bener MeriahTakengon kini kembali terbuka bagi masyarakat setelah sebelumnya terputus akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang pada akhir November lalu.

Bencana tersebut menyebabkan masyarakat Aceh Tengah terisolasi, serta mengganggu stabilitas pasokan logistik dan sektor ekonomi di wilayah tengah Aceh selama hampir satu bulan.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Aceh, Azis, mengonfirmasi bahwa perbaikan fungsional di tiga titik krusial telah selesai dilakukan. 

Ketiga titik tersebut meliputi kawasan Kilometer 60, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Jembatan Tenge Besi, penghubung Kecamatan Gajah Putih dan Pintu Rime Gayo dan Jembatan Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih.

"Prinsipnya, Takengon sudah tidak terisolasi lagi. Jalur dari Bireuen menuju Bener Meriah hingga Takengon sudah kembali tersambung," ujar Azis kepada Serambinews.com, Rabu (24/12/2025).

Terkait teknis pengerjaan, Azis menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan kombinasi jembatan darurat (bailey) dan pemasangan box culvert (gorong-gorong beton) berdiameter besar yang kemudian ditimbun tanah. 

Langkah ini diambil agar akses jalan bisa segera dilalui secara fungsional oleh masyarakat.

Baca juga: Alhamdulillah, Akses Jalan Nasional Bireuen-Bener Meriah Mulai Terbuka, Berlaku Sistem Buka-Tutup

Meskipun sudah dibuka (open traffic), BPJN memberikan catatan khusus terkait jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas yaitu kendaraan pribadi dan armada logistik dengan muatan maximum 20 ton. Sedangkan Bus belum diizinkan melintas sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Semua kendaraan sudah bisa melintas kecuali bus. Untuk kendaraan logistik, batas maksimum angkut yang diizinkan adalah 20 ton," tegas Azis.

Meski jalur dipastikan aman walau diguyur hujan, pihak BPJN mengimbau pengguna jalan untuk tetap ekstra waspada. 

Hal ini dikarenakan kondisi tanah di sekitar jembatan darurat masih cenderung labil dan licin.

"Silakan bagi masyarakat yang ingin ke Takengon menggunakan jalan nasional, namun kami minta tetap waspada karena kondisi tanah masih licin di beberapa titik. Kami juga telah memasang rambu-rambu peringatan di lokasi," tambahnya.

Pembukaan akses ini diharapkan dapat segera memulihkan arus logistik dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang pergantian tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved