Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Utara

Semua Pejabat Negara dan Eks Wapres Nyatakan Banjir di Aceh Utara Parah, Tapi Penanganannya Lamban

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, menilai penanganan bencana hingga kini masih berjalan lamban.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Jafaruddin
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil didampingi Plt Sekda Jamaluddin MPd dan Kepala Diskominfo Halidi MM memberikan penjelasan terkait penanganan banjir di Aceh Utara kepada jurnalis, Rabu (24/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Sejumlah pejabat negara yang turun langsung ke lokasi menilai banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu sebagai salah satu bencana terparah dalam sejarah Aceh.

Bahkan, dari sisi luas wilayah terdampak, bencana ini disebut lebih besar dibandingkan tsunami Aceh 2004.

Namun di tengah penilaian serius tersebut, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, menilai penanganan bencana hingga kini masih berjalan lamban.

Hal itu disampaikan Ayahwa dalam jumpa pers penanganan banjir Aceh Utara yang digelar di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Rabu (24/12/2025).

“Sampai hari ini masih ada korban banjir yang mengungsi tetapi belum mendapatkan tenda yang layak. Masih ada kawasan yang terisolir. Padahal penanganan sudah hampir sebulan, tepatnya 27 hari,” ujar Ayahwa.

Berdasarkan catatan Serambinews.com, sejumlah pejabat tinggi negara telah turun langsung meninjau lokasi banjir. Di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang mengunjungi Kecamatan Langkahan pada Sabtu (13/12/2025).

Dalam kunjungannya, Ahmad Muzani menyebut banjir Aceh Utara tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga memutus sumber penghidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun Jelang Akhir Tahun, 25 Desember 2025 Dijual Segini per Gram

Ia mengungkapkan, dari total 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak berat, sementara dua kecamatan lainnya terdampak ringan. Kecamatan Langkahan menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan paling parah akibat banjir bandang.

Selain Ketua MPR, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga turun langsung meninjau korban banjir bandang di Kecamatan Lapang, Sabtu (13/12/2025).

Ia mengaku prihatin melihat kondisi Aceh Utara, terlebih sejumlah wilayah juga mengalami pemadaman listrik.

Menurutnya, dampak banjir yang terjadi saat ini tergolong sangat parah. “Seumur hidup saya, belum pernah melihat banjir separah ini,” kata Zulkifli Hasan.

Penilaian serupa juga disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK). Mantan Wakil Presiden RI dua periode itu menyatakan, dari sisi luas wilayah terdampak, banjir Aceh kali ini lebih parah dibandingkan tsunami Aceh 2004.

Pernyataan tersebut disampaikan JK saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Bungkah dan Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025).

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago juga melakukan kunjungan kerja ke Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Jumat (12/12/2025), didampingi langsung oleh Bupati Aceh Utara Ayahwa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved