Jumat, 24 April 2026

INFO BPJN ACEH

BPJN Siapkan Desain Jembatan Permanen di Wilayah Aceh Tengah pada 2026

BPJN Aceh menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen di wilayah Aceh Tengah pada 2026

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: IKL
Dok. Nurkhalis Wijaya
Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025). 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen di wilayah Aceh Tengah pada 2026, setelah penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan longsor selesai dilakukan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Aceh, Azis, mengatakan jembatan-jembatan fungsional yang saat ini digunakan masyarakat akan ditingkatkan secara bertahap menjadi jembatan permanen.

“Setelah akses terbuka dan jembatan berfungsi, langkah berikutnya adalah menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen pada 2026,” kata Azis.

Azis menjelaskan, jembatan fungsional yang telah dibangun saat ini dipastikan aman dilintasi, termasuk saat kondisi hujan. 

Namun, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan karena medan yang berat.

Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025).
Seorang warga menyeberangi jembatan dengan memanfaatkan tali gantung beralas drum sebagai sarana transportasi darurat. Akibat imbas putusnya Jembatan Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara, Aceh Tengah, Sabtu (6/12/2025). (Dok. Nurkhalis Wijaya)

Beberapa jembatan yang penyelesaiannya diproyeksikan pada Januari 2026 di antaranya Jembatan Krueng Pelang, yang menghubungkan Kampung Jerata, Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara, serta Jembatan Titi Merah di Kampung Buter, Kecamatan Ketol.

Menurut Azis, kendala utama di lokasi tersebut adalah kondisi geografis berupa bentang sungai yang cukup besar, sehingga membutuhkan penanganan teknis khusus.

“Untuk Krueng Pelang dan Titi Merah, kemungkinan selesai pada Januari 2026 karena sungainya cukup besar. Kami juga menyiapkan jalur alternatif agar masyarakat tetap bisa melintas selama proses perbaikan,” ujarnya.

BPJN Aceh memastikan upaya perbaikan terus dilakukan agar seluruh akses vital di Aceh Tengah tetap fungsional. 

Hingga akhir tahun ini, sebagian besar jalur transportasi utama di wilayah tersebut telah kembali dapat digunakan.

Pembangunan jembatan permanen pada 2026 diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tengah Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved