Jumat, 1 Mei 2026

Berita Bireuen

Banjir Luapan Terjang Jeunieb, Keuchik Beberkan Penyebab & Minta Solusi Ini

Belasan desa di Jeunieb, Bireuen, dilanda banjir luapan akibat hujan deras dan aliran Krueng Jeunieb yang sempit serta dipenuhi sampah.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
JEMBATAN PENUH LUMPUR - Jembatan di Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Bireuen dipenuhi lumpur bawaan banjir. Kondisi ini ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadi banjir genangan di kawasan Jeunieb. 

Ringkasan Berita:
  • Belasan desa di Jeunieb, Bireuen, dilanda banjir luapan akibat hujan deras dan aliran Krueng Jeunieb yang sempit serta dipenuhi sampah.
  • Keuchik Meunasah Tambo, M Fadhil, menyebut tumpukan sampah di jembatan jadi pemicu utama meluapnya air ke permukiman.
  • Solusi mendesak adalah pembersihan sampah, normalisasi sungai, peninggian tebing, serta perbaikan jembatan yang terancam amblas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Belasan desa di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, kembali dilanda banjir luapan yang terjadi sejak Rabu sore (24/12/2025) hingga Kamis dini hari (25/12/2025). 

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga, terutama karena ancaman banjir susulan masih sangat mungkin terjadi.

Keuchik Meunasah Tambo, M Fadhil menjelaskan, bahwa salah satu faktor utama penyebab banjir adalah kondisi aliran Krueng Jeunieb yang semakin sempit dan dipenuhi sampah.

Sedangkan hujan deras yang mengguyur kawasan pedalaman Jeunieb membuat air meluncur deras ke sungai tersebut.

Namun, aliran air terhambat oleh tumpukan sampah dan kayu yang tersangkut di beberapa jembatan.

Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah di sekitarnya.

Baca juga: Banjir Luapan Sungai Krueng Kala Lhoong-Aceh Besar Meluas, 63 Rumah Terendam

“Di jembatan Meunasah Tambo, sampah menumpuk dan menghalangi aliran air. Begitu hujan turun, air langsung meluap ke rumah warga,” ungkap M Fadhil.

Menurutnya, langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah pembersihan tumpukan sampah di jembatan tersebut.

Jika sampah tidak segera diangkat, setiap kali hujan turun, banjir akan kembali terjadi.

Selain itu, normalisasi aliran sungai dan peninggian tebing sungai menjadi solusi jangka panjang yang sangat mendesak.

“Kalau tebing sungai sudah tinggi dan aliran sungai dinormalisasi, air akan langsung mengalir deras ke Kuala Jeunieb tanpa meluap ke permukiman,” tambahnya.

Baca juga: VIDEO - 14 Pekerja Terjebak Banjir Luapan Sungai Lhok Gaca Aceh Besar

Ancaman Infrastruktur

Keuchik juga memperingatkan bahwa tumpukan sampah dan kayu yang dibiarkan menumpuk dapat merusak jembatan. 

Jika tidak segera diangkat, jembatan bisa putus dihantam arus banjir dari bawah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved