Rabu, 27 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Bintang Bulan dan Bendera Putih & Poster UN Warnai Aksi GRAB, Desak Penetapan Bencana Nasional

Aksi damai Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) digelar di Aceh Utara, mendesak Presiden menetapkan banjir Aceh–Sumatera sebagai bencana nasional.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
AKSI GRAB - Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Utara yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) menggelar aksi untuk kemanusiaan pada Kamis (25/12/2025) sore, di kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aksi damai solidaritas untuk kemanusiaan yang digelar di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (25/12/2025) sore, diwarnai pengibaran Bendera Bintang Bulan, dan bendera, serta putih atribut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PPB/United Nations/UN).

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Kecamatan Lhoksukon itu dalam rangka mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto menetapkan bencana banjir Aceh–Sumatera, sebagai Bencana Nasional.

Massa pendemo berasal berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Utara yang tergabung dalam komunitas dengan menamakan diri Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB).  

Pantauan wartawan Serambinews.com, Jafaruddin di lokasi, tampak sejumlah peserta aksi berdiri di atas mobil komando sambil mengangkat bendera putih polos yang dimaknai sebagai simbol duka, keprihatinan, dan permohonan pertolongan bagi masyarakat Aceh dan Sumatera yang terdampak banjir. 

Bendera putih tersebut dikibarkan berdampingan dengan Bendera Bintang Bulan, mencerminkan pesan damai dan kemanusiaan.

Tak hanya itu, beberapa pendemo juga membawa poster bergambar logo United Nations (UN) dengan pesan berbahasa Inggris yang menyerukan perhatian dan bantuan internasional terhadap krisis kemanusiaan akibat bencana banjir.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bendera Bintang Bulan Berkibar di Tengah Massa Aksi Demo DPRA di Banda Aceh

Poster tersebut menjadi simbol harapan agar lembaga internasional turut memantau dan mendorong percepatan bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak.

Sejumlah orator menyampaikan orasi dari atas mobil komando, sementara massa di sekitarnya mengangkat bendera putih dan poster UN dengan tertib. 

Spanduk besar bertuliskan tuntutan penetapan status Bencana Nasional terbentang di sisi kendaraan, menegaskan tuntutan utama aksi tersebut.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa pengibaran bendera putih dan atribut UN bukan dimaksudkan sebagai bentuk politik internasional, melainkan simbol panggilan nurani global.

“Kami ingin dunia tahu bahwa masyarakat Aceh sedang menghadapi kondisi darurat kemanusiaan. Ini adalah seruan empati, bukan provokasi,” ujar seorang pendemo.

Aksi damai dikawal aparat keamanan TNI yang juga membawa senjata api laras panjang.

Baca juga: Mualem Minta Masyarakat Bersabar Terkait Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Aksi dimulai sekira pukul 13.30 WIB, dengan arak-arakan konvoi dari Nibong ke Landing,  dan berkumpul di depan Kantor Bupati Aceh Utara.

Sedangkan sebagian lagi pendemonya datang arah kawasan Pantonlabu, Lhoksukon, dan wilayah sekitarnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved