Banjir Landa Aceh
Pemantauan Kesehatan Pengungsi Banjir di Peusangan Dilakukan Secara Rutin
Puskesmas Peusangan menerapkan sistem shift, di mana petugas kesehatan secara bergantian tinggal bersama pengungsi.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Camat Peusangan, Alfian, S.Sos, bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Peusangan, terus memantau kondisi pengungsi korban banjir di berbagai titik pengungsian.
- Pemantauan dan kunjungan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan pengungsi terpenuhi.
- Puskesmas Peusangan menerapkan sistem shift, di mana petugas kesehatan secara bergantian tinggal bersama pengungsi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Camat Peusangan, Alfian, S.Sos, bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Peusangan, terus memantau kondisi pengungsi korban banjir di berbagai titik pengungsian.
Pemantauan dan kunjungan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan pengungsi terpenuhi.
Hal itu disampaikan Alfian kepada Serambinews.com, Kamis (25/12/2025), saat melakukan koordinasi dengan tim di kantor camat setempat.
Kondisi pengungsi yang tersebar di beberapa lokasi terpantau secara kontinyu, baik oleh pihak kecamatan maupun Puskesmas.
Puskesmas Peusangan menerapkan sistem shift, di mana petugas kesehatan secara bergantian tinggal bersama pengungsi.
Mereka dilengkapi dengan peralatan medis dasar dan obat-obatan untuk penanganan awal.
Baca juga: Hampir Seribuan Korban Banjir Diobati, Tim Kesehatan Banda Aceh Turun Langsung ke Tamiang
Salah seorang petugas kesehatan, Nur Sita, SKep, yang sedang memeriksa tekanan darah dan gula darah pengungsi, mengatakan kondisi kesehatan warga secara umum masih baik.
“Paling banyak keluhan ringan seperti maag, batuk, gatal-gatal, dan demam. Semua sudah kami sediakan obat-obatan di lokasi pengungsian,” ujar Nur Sita, yang bertugas bersama bidan dan petugas gizi.
Salah seorang pengungsi, Taufik (35), warga Gampong Pante Lhong, mengungkapkan meski kondisi pengungsian tidak senyaman di rumah, kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi.
“Namanya di pengungsian pasti tidak nyaman, tapi Alhamdulillah kebutuhan kami terpenuhi, mulai dari makanan, perlengkapan anak-anak, hingga kesehatan yang terus dipantau. Mahasiswa juga hadir menghibur anak-anak sehingga trauma mereka bisa berkurang,” ujar Taufik.
Baca juga: Mahasiswa Unimal dan Lembaga Galang Dana Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Langkahan Aceh Utara
Camat Alfian menambahkan, hingga kini balai desa dan kantor Camat Peusangan masih menampung 33 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Pante Lhong.
Sementara sebagian besar warga telah kembali ke gampong atau memilih mengungsi di meunasah terdekat agar lebih mudah mengawasi rumah masing-masing, yang masih dipenuhi lumpur.
“Warga berharap bisa segera kembali ke rumah, namun kendala utama adalah ketebalan lumpur yang rata-rata mencapai 50 sentimeter, sehingga membutuhkan waktu dan alat untuk membersihkannya,” jelas Alfian.
Terkait hal itu, Alfian menyampaikan bahwa Bupati Bireuen akan segera mengirimkan mini small excavator untuk membersihkan rumah-rumah warga agar pengungsi dapat kembali menempati kediamannya.
| Jembatan Bailey Kala Ili Difungsikan |
|
|---|
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-medis-dari-Puskesmas-Peusangan-Kamis-25122025-memeriksa-kesehatan-pengungsi.jpg)