Minggu, 26 April 2026

Nataru

Distrik Navigasi Sabang Tingkatkan Pengawasan Pelayaran Selama Nataru 2025–2026

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang meningkatkan kesiagaan keselamatan pelayaran di perairan

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
MEMANTAU PALAYARAN - Petugas Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang melakukan pemantauan terhadap aktivitas pelayaran (For Serambinewsm.com) 

Laporan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS, SABANG - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang meningkatkan kesiagaan keselamatan pelayaran di perairan Aceh selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan kapal dan aktivitas transportasi laut dari dan menuju wilayah ujung barat Sumatera.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang, Dr. Capt. Tohara, M.M.Tr, mengatakan pengawasan difokuskan pada kesiapan fasilitas dan sistem kenavigasian yang berperan langsung dalam keselamatan pelayaran.

“Seluruh sarana dan sistem kenavigasian kami pantau secara intensif untuk memastikan fungsi navigasi berjalan normal selama masa angkutan Nataru,” kata Capt. Tohara, Jumat (26/12/2025).

Salah satu pengawasan utama dilakukan melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) yang berfungsi sebagai pusat komunikasi keselamatan pelayaran. SROP memantau frekuensi marabahaya, melayani komunikasi kapal dengan darat, serta menjadi penghubung informasi navigasi di wilayah perairan Aceh.

Baca juga: Pakai Perahu, Tim Dinkes Nagan Raya Terobos Desa Terisolir Banjir Bandang

Selain pengawasan komunikasi, Distrik Navigasi Sabang juga mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian untuk melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Pemeriksaan meliputi mercusuar, rambu suar, pelampung suar, hingga perangkat navigasi elektronik di jalur pelayaran utama.

Menurut Capt. Tohara, kesiagaan personel dan peralatan menjadi kunci untuk mencegah gangguan keselamatan pelayaran, terutama saat intensitas pelayaran meningkat.

“Seluruh personel disiagakan dan bekerja sesuai prosedur untuk mengantisipasi potensi gangguan navigasi maupun kondisi darurat di laut,” ujarnya.

Upaya ini menjadi bagian dari pengamanan transportasi laut selama masa libur akhir tahun, sekaligus memastikan layanan pelayaran di perairan Aceh tetap berjalan aman dan terkendali.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved