Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Tenggara

Alhamdulillah, Jembatan Salim Pipit di Agara Sudah Bisa Dilalui Mobil

Jembatan Salim Pipit di Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara kembali bisa dilalui mobil setelah sebulan terputus akibat banjir bandang.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
JEMBATAN SALIM PIPIT - Oppri Jembatan Salim Pipit di lintas Kecamatan Babul Rahmah-Desa Ndauh Ni Tenggau, Kecamatan Lawe Sigala-gala Agara yang putus diterjang banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu, kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor setelah diperbaiki PUPR Agara, Minggu (28/12/2025). DOK/PUPR Agara 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan Salim Pipit di Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara kembali bisa dilalui mobil setelah sebulan terputus akibat banjir bandang.
  • Perbaikan opprit jembatan rampung pada Minggu (28/12/2025), sehingga arus transportasi darat kembali normal.
  • Keberadaan jembatan ini sangat vital sebagai penghubung utama menuju pusat pemerintahan, pasar, dan sentra pertanian, disambut gembira warga setempat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Kutacane

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Setelah lebih dari sebulan terputus akibat banjir bandang, Jembatan Salim Pipit yang berada di Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), kini kembali dapat dilalui kendaraan bermotor. 

Perbaikan opprit jembatan yang rusak parah pada Kamis (27/11/2025) lalu, kini telah rampung.

Sehingga arus transportasi darat kembali normal pada Minggu (28/12/2025).

Jembatan Salim Pipit merupakan salah satu infrastruktur penting di Aceh Tenggara.

Jembatan berkerangka baja yang membentang di atas Sungai Alas ini menjadi jalur penghubung utama antara Kecamatan Babul Rahmah dengan Desa Ndauh Ni Tenggau di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Jembatan ini juga menjadi akses menuju ibu kota kecamatan, ibu kota kabupaten, hingga sentra pertanian.

Baca juga: Jembatan Kutablang Bireuen Terapkan Sistem Buka Tutup, Pengendara Harus Bersabar

Ketika banjir bandang menerjang akhir November lalu, opprit jembatan terputus sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas. 

Warga setempat kemudian membangun jembatan darurat dari bahan seadanya, namun hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua.

Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat terganggu, terutama bagi mereka yang hendak menuju Pasar Lawe Sigala-gala maupun Lawe Desky.

Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli, ST menyampaikan rasa syukur atas rampungnya perbaikan.

“Alhamdulillah, pekerjaan perbaikan opprit Jembatan Salim Pipit yang putus akibat banjir bandang sudah selesai,” kata Sadli.

“Kini jembatan itu sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dan jenis lainnya,” urai dia.

Baca juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir, Dusun Cot Calang di Pedalaman Aceh Utara Masih Terisolir

“Arus lalu lintas kembali normal dari Kecamatan Babul Rahmah menuju Lawe Sigala-gala dan kecamatan lainnya, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Sadli menegaskan, keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi jalur utama masyarakat menuju pusat pemerintahan dan ekonomi. 

Dengan berfungsinya kembali jembatan, aktivitas pertanian dan perdagangan di wilayah tersebut diharapkan kembali bergairah.

Kabar baik ini disambut gembira oleh warga.

Apresiasi Warga

Salah seorang tokoh agama Desa Lembah Maju, Kecamatan Babul Rahmah, Husin memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR Aceh Tenggara atas kerja cepat mereka.

“Kami sangat berterima kasih karena perbaikan dilakukan dengan sigap. Selama jembatan rusak, kami harus berputar arah melalui Jembatan Silayakh Pedesi di Kecamatan Bambel untuk menuju pasar,” terang Husin.

Baca juga: VIDEO - Jembatan Natam Ambruk Diterjang Banjir, Pemerintah Bangun Jalan Alternatif

“Itu memakan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Kini transportasi sudah kembali lancar,” ungkapnya.

Dengan berfungsinya kembali Jembatan Salim Pipit, masyarakat berharap pemerintah terus memperhatikan kondisi infrastruktur di Aceh Tenggara, terutama yang rawan rusak akibat bencana alam.

Keberadaan jembatan ini bukan hanya memudahkan akses warga, tetapi juga menjadi penopang utama roda perekonomian di kawasan tersebut.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved