Banda Aceh
Potensi Hujan Ekstrem, BPBD Banda Aceh Kembali Siaga
Pemerintah Kota (Pemko) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banda Aceh (BPBD) Banda Aceh kembali bersiaga...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Pemko Banda Aceh bersama BPBD kembali bersiaga menyusul peringatan dini BMKG level “Awas” potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada Selasa (30/12/2025).
- BPBD menyiagakan personel, peralatan, serta menempatkan dua staf di BMKG SIM untuk memonitor dan mendukung modifikasi cuaca hingga awal Januari 2026.
- Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir genangan, terutama di sejumlah titik rawan, serta mengikuti informasi resmi BMKG dan BPBD.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banda Aceh (BPBD) Banda Aceh kembali bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
Hal ini menyusul peringatan dini level “Awas” yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Aceh, berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada Selasa (30/12/2025).
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banda Aceh, Ardi Asyadi menjelaskan, bahkan pihaknya sudah menempatkan dua anggota di BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk memodifikasi cuaca, sekaligus memonitor kondisi serta informasi lebih dekat dari sumbernya, sejak 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mendatang.
“Dua orang staf BPBD kita tugaskan bergantian siang malam di sana, memonitor sekaligus bantu BMKG dalam modifikasi cuaca,” ungkap Ardi saat dihubungi, Senin (29/12/2025).
Pihaknya juga menyiapkan personel piket seperti yang sudah-sudah, dan peralatan pendukung seperti armada dan alat kerja. “Dengan kondisi yang seperti ini, tidak hanya di siang hari namun malam hari juga harus siaga,” ujar Ardi.
Dikatakan, bila kondisi terburuk terjadi, pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan seperti perahu karet yang nantinya akan dibantu pemadam kebakaran dan TNI/Polri, mengingatkan Banda Aceh di pusat provinsi.
Baca juga: Kosgoro 1957 Aceh Kembali Salurkan Bantuan ke 9 Daerah Bencana, dari Al-Quran hingga Sumur Bor
Di sisi lain, Plt Kalaksa BPBD Banda Aceh itu selalu mengimbau waspada terkait dengan informasi resmi terutama dari BMKG. Terlebih pantauan pihaknya, ketinggian air di Krueng Aceh sudah melebihi dari biasanya.
“Walau prakiraan, tidak ada salahnya untuk selalu siaga, karena kondisi hari ini air sungai Krueng Aceh di batas ketinggian dari biasanya, mungkin faktor hujan di Aceh Besar. Agak tinggi dari biasanya, siaga,” ujar Ardi.
“Kita waspada saja, setidaknya bisa meminimalisir sekecil mungkin dampak kerugian, misal kendaraan melintasi daerah yang mengalami (banjir) genangan,” tambahnya.
Sementara mengenai tempat-tempat yang perlu diwaspadai saat banjir genangan, sebagaimana belajar dari kasus sebelumnya seperti di Batoh, Ilie, Lamdom, termasuk di depan Polda Aceh. “Apabila tidak bisa dilintasi, mungkin bisa mencari jalur alternatif sementara sambil menunggu air surut,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menerobos-saat-hujan-deras-melanda-kota-Banda.jpg)