Breaking News

Berita Lhokseumawe

Tim PNL Salurkan Peralatan Mitigasi dan Tanggap Darurat bagi Warga Lhokseumawe

Tim PkM Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyalurkan peralatan mitigasi dan tanggap darurat kepada warga Lhokseumawe untuk menghadapi bencana.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PKM PNL - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyalurkan berbagai peralatan mitigasi dan tanggap darurat bencana kepada warga Kota Lhokseumawe, Senin (29/12/2025). Foto Dok Tim Pengabdian PNL 

Ringkasan Berita:
  • Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyalurkan peralatan mitigasi dan tanggap darurat kepada warga Lhokseumawe untuk menghadapi ancaman banjir.
  • Bantuan berupa tenda pengungsian, alat kebersihan, generator listrik, hingga perlengkapan keselamatan diberikan bersama edukasi kebencanaan.
  • Program ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan desa agar masyarakat lebih tangguh dan mandiri dalam merespons bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menyalurkan berbagai peralatan mitigasi dan tanggap darurat bencana kepada warga Kota Lhokseumawe, Senin (29/12/2025).

Bantuan tersebut sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir yang kerap terjadi.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Mitigasi dan Edukasi Kebencanaan yang digagas PNL untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat di tingkat desa.

Program ini dipimpin oleh Dr Ir H Ridwan, MT selaku ketua pelaksana, bersama tim yang terdiri dari Muhammad Arhami, SSi, MKom, Ir H Nahar, MT, Dr Ir Irwan, MT, dan Ummi Habibah, M.Si, serta didampingi Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL, Ir Muhammad Hatta, SST, MT.

Selain memberikan edukasi kebencanaan kepada warga, Tim PkM PNL juga menyerahkan berbagai peralatan pendukung mitigasi dan penanganan darurat.

Bantuan tersebut meliputi tiga unit high pressure cleaner untuk pembersihan lumpur pascabanjir, lima unit tandu lipat, lima unit megaphone TOA, 32 unit first aid kit, tiga unit tenda pengungsian berkapasitas 60 orang, serta 50 unit matras.

Baca juga: 11 Jam Perjalanan, Tim Relawan UTU, UGM dan PNL Tembus Kampung Terisolir di Bener Meriah

PNL juga menyalurkan sarana pendukung lainnya berupa tiga unit toren air berkapasitas tiga ton lengkap dengan kaki dudukan, tiga unit pompa air, lima unit generator listrik, serta 50 unit helm keselamatan MSA.

Lalu, 50 rompi reflektor, 50 pasang sarung tangan, 50 unit senter atau headlamp, 50 rompi pelampung, empat gulung tali tambang berdiameter 8 milimeter sepanjang 200 meter, 20 jas hujan, 10 peluit, serta enam unit tenda kecil.

Ridwan mengatakan, mitigasi bencana tidak dapat dilakukan secara parsial dan harus dimulai dari lingkungan terdekat warga, yaitu desa.

“Banjir yang terus berulang menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus diperkuat secara berkelanjutan,” katanya. 

“Kami ingin warga tidak hanya bergantung pada bantuan darurat, tetapi juga memiliki pengetahuan serta peralatan dasar agar mampu merespons bencana secara cepat dan tepat,” ujar Ridwan yang juga merupakan mantan Direktur PNL.

Program PkM Tanggap Darurat Bencana ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca juga: Tim PKM Tanggap Darurat Bencana PNL Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Meunasah Kumbang

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Kehadiran PNL dinilai sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved