Banjir Landa Aceh

Usai Diterjang Banjir, 799 Toko di Aceh Timur Rusak

"Kerusakan ini menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terhenti total. Air tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga merendam seluruh...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Usai diterjang banjir, sebanyak 799 Toko di Aceh Timur mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dan luapan lumpur. 

 


Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Usai diterjang banjir, sebanyak 799 toko di Aceh Timur mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dan luapan lumpur. 

Data diterima Serambinews.com, pada, Selasa (30/12/2025), dari Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur  Afifullah mengungkapkan banjir kali ini merupakan salah satu bencana yang cukup ekstrem dengan ketinggian air mencapai tiga meter.

Kerusakan masif menyasar sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Jenis usaha yang terdampak terdiri dari:

1. Warung sembako dan kelontong.

2. Kios pakaian dan tekstil.

3. Bengkel kendaraan.

4. Lapak pedagang harian.

"Kerusakan ini menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terhenti total. Air tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga merendam seluruh barang dagangan dan peralatan usaha warga," ujar Afifullah.

Usai diterjang banjir, sebanyak 799 Toko di Aceh Timur mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dan luapan lumpur.
Usai diterjang banjir, sebanyak 799 Toko di Aceh Timur mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dan luapan lumpur. (Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Tim Dinkes Nagan Raya Periksa Sampel Air Sumur Warga di Lokasi Banjir

Ia menjelaskan, kondisi lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan, banyak pedagang yang kini hanya bisa pasrah melihat stok barang dagangan mereka yang hancur tertutup lumpur, dan material banjir.

Menurutnya, banyak pelaku usaha terpaksa menutup usahanya tanpa batas waktu yang ditentukan, hal ini disebabkan oleh tingginya biaya perbaikan dan sulitnya membersihkan sisa-sia material.

"Air masuk ke toko, merusak persediaan barang, rak dagangan, hingga mesin-mesin peralatan usaha. Banyak yang belum bisa beroperasi kembali karena terkendala modal dan tenaga untuk pembersihan," tambahnya.

Saat ini, tim BPBD Aceh Timur masih terus bergerak di lapangan untuk melakukan validasi data kerusakan secara mendetail.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved