Sabang
Kunjungan Wisata Sabang Turun 41 Persen, Dipengaruhi Cuaca dan Akses Jalan Putus Pascabencana
Aktivitas pariwisata di Kota Sabang belum menunjukkan pemulihan. Cuaca yang tidak menentu serta dampak gangguan akses pascabencana..
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Aktivitas pariwisata di Kota Sabang belum pulih, ditandai penurunan penumpang penyeberangan hingga 41 persen dibandingkan tahun 2024.
- Cuaca yang tidak menentu dan dampak gangguan akses pascabencana menyebabkan banyak pembatalan reservasi penginapan dan jasa wisata.
- Pemkot Sabang bersama BMKG tetap membuka destinasi dengan pengawasan serta mengimbau wisatawan waspada dan memantau informasi cuaca resmi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Aktivitas pariwisata di Kota Sabang belum menunjukkan pemulihan. Cuaca yang tidak menentu serta dampak gangguan akses pascabencana di Aceh membuat kunjungan wisatawan ke Pulau Weh terus menurun hingga akhir tahun.
Data pergerakan penumpang menunjukkan, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ulee Lheue ke Sabang tercatat turun hingga 41 persen dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini berdampak langsung terhadap tingkat hunian penginapan, jasa sewa kendaraan, hingga aktivitas usaha pariwisata lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan penurunan kunjungan wisatawan juga dipengaruhi kondisi cuaca yang belum stabil. Hingga awal tahun depan, wilayah Sabang masih berada dalam musim hujan, sehingga aktivitas wisata alam dan bahari menjadi terbatas.
“Banyak terjadi pembatalan reservasi, baik penginapan maupun sewa kendaraan. Pelaku usaha pariwisata cukup terdampak,” ujarnya.
Meski demikian, destinasi wisata di Sabang tetap dibuka dengan pengawasan. Dinas Pariwisata terus melakukan pemantauan di seluruh objek wisata serta mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.
Baca juga: Penjualan Souvenir dan Baju Khas Sabang Menurun Selama Libur Nataru 2025-2026
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maimun Saleh Sabang, Teguh Suprapto, menjelaskan kondisi cuaca di wilayah Sabang dan sekitarnya selama libur Tahun Baru didominasi berawan hingga hujan ringan, terutama pada dini hari. Pada waktu tertentu, hujan dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat, pengguna transportasi penyeberangan, serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Area rawan seperti pohon tinggi, baliho, dan tiang listrik sebaiknya dihindari saat hujan dan angin kencang.
“Jika terjadi perubahan cuaca signifikan, kami akan segera menyampaikan pembaruan informasi,” katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca resmi melalui kanal InfoBMKG dan BMKG Sabang guna mendukung aktivitas yang aman selama berwisata di Sabang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-cepat-terlihat-bersandar-di-Pelabuhan-Balohan-usai-jadwal-dibatalkan.jpg)