Kamis, 16 April 2026

Banda Aceh

Aceh Penuhi Target Lifting Kondensat, Angkanya Capai 608 Ribu Barel

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Aceh berhasil memenuhi target lifting...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Humas BPMA
KAPAL ANGKUT KONDENSAT - Kapal MT Supreme Star yang mengangkut kondensat dari Aceh menuju Tuban, saat bersandar di Pelabuhan Arun, Lhokseumawe pada Sabtu (6/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • BPMA bersama KKKS di Aceh berhasil memenuhi target lifting kondensat tahun 2025 dengan realisasi 608.599 barel atau 100 persen dari target WP&B.
  • Kontribusi terbesar berasal dari Blok A Medco EP sebesar 102 persen dan Blok B Pema Global Energi sebesar 98 persen, meski operasional diwarnai tantangan bencana alam.
  • BPMA menilai capaian ini sebagai hasil sinergi kuat BPMA–KKKS dan menjadi modal positif untuk memenuhi target produksi migas nasional tahun 2026.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Aceh berhasil memenuhi target lifting kondensat seiring berakhirnya masa kerja tahun 2025. Mereka mampu mencapai target yang diberikan Pemerintah untuk hulu migas di Aceh.

Deputi Oeprasi BPMA, Muhammad Mulyawan, Selasa (30/12/2025) menyampaikan, sepanjang tahun 2025 lifting kondensat dari lapangan migas yang ada di Aceh mencapai 608.599 barel. “Aceh berhasil melifting 608.599 barel kondensat sepanjang 2025, dan jumlah itu mencapai 100 pesern dari target WP&B,” ujar Mulyawan.

Dari jumlah itu, kata Mulyawan, blok A di Aceh Timur yang dioperasikan oleh Medco EP menyumbang sebesar 299.060 barel atau 102 persen. Sedangkan Blok B di Aceh Utara yang dioperasikan oleh Pema Global Energi menyumbang sebesar309.538 barel atau 98 persen.

Pengapalan kondensat terakhir dilakukan pada awal Desember di tengah kondisi Aceh yang masih berdampak bencana banjir dan longsor.

Sebanyak 92.592 barel kondensat dikapalkan ke  kapal MT Supreme Star dan dibawa menuju Kilang TPPI Tuban, guna memenuhi kebutuhan nasional. Drai total itu, 61.750 barel kondensat dari Blok A dan 30.842,08 barel kondensat dari Blok B.

Mulyawan juga menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari peran strategis fungsi komersialisasi dalam mengoptimalkan pengambilan stok kondensat bagian negara. Optimalisasi dilakukan melalui pengambilan deadstock Blok A di tangki nominasi serta optimalisasi pengambilan stok kondensat bagian negara dari Wilayah Kerja Blok B, setelahdilakukan koordinasi dan konsultasi dengan tim operasi untukmemastikan bahwa langkah tersebut aman dan memungkinkan secara operasional.

Baca juga: BPMA dan KKKS Arungi Laut, Antar Bantuan ke Pesisir Utara–Timur Aceh

Sementara itu, Kepala BPMA, Nasri Djalal menilai bahwa capaian lifting kondensat tahun 2025 diraih melalui berbagai tantangan, terutama pada periode akhir tahun. Ia menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh telahberdampak langsung terhadap seluruh KKKS dan memaksa sebagian kegiatan produksi dihentikan sementara waktu.

“Capaian ini menjadi energi positif bagi kinerja migas Aceh di tengah kondisi yang penuh tantangan. Sinergi antara BPMA dan KKKS menjadi kunci agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan,” ujarnya.

Selanjutnya untuk kegiatan produksi pada 2026 telah ditetapkan melalui Work Planning & Budgeting (WP&B) setiap KKKS pada Oktober dan November 2025 lalu yang merupakan bagian dari pemenuhan target produksi nasional.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved