Rabu, 15 April 2026

Info PT Hutama Karya

Hutama Karya Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara

Pelaksanaan pekerjaan meliputi perakitan modul Bailey, pemasangan lantai jembatan, pengujian beban, hingga pemasangan rambu

Penulis: Subur Dani | Editor: Subur Dani
Istimewa
Jembatan Bailey Penanggalan di Aceh Tenggara yang baru selesai dipasang oleh Hutama Karya tampak berdampingan dengan jembatan lama yang rusak akibat banjir. Infrastruktur darurat ini menjadi penghubung vital bagi warga dan kendaraan logistik di masa pemulihan pascabencana. 
Ringkasan Berita:
  • PT Hutama Karya (Persero) merampungkan pemasangan dua Jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh
  • Kedua jembatan adalah Jembatan Mengkudu di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah dan jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe
  • Selain pemasangan jembatan, Hutama Karya juga melakukan berbagai upaya pemulihan akses jalan. Di Jembatan Natam, dibuat tanggul dan dialihkan aliran sungai untuk mengurangi risiko luapan

 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - PT Hutama Karya (Persero) merampungkan pemasangan dua Jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. 

Kedua jembatan adalah Jembatan Mengkudu di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah dan jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe.

Baca juga: Data BPBD Kerusakan Infrastruktur, Rumah, Sekolah, dan Pesantren Dampak Banjir Bandang Aceh Tenggara

Jembatan Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Penanggalan sepanjang 48 meter kini kembali menghubungkan ruas Jalan Lintas Tengah Kutacane–Blangkejeren yang sempat terputus akibat bencana. 

Kehadiran kedua jembatan ini menjadi penopang penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik dan bantuan.  

Jembatan Mengkudu mulai berfungsi pada 23 Desember. 

Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 63 Rumah Warga Ketambe Hanyut Terseret Sungai Alas

Sementara itu, Jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, selesai pada 28 Desember. 

Keduanya memiliki lebar efektif 3,7 meter dengan kapasitas beban hingga 40 ton, sehingga dapat dilalui kendaraan angkutan berat termasuk truk logistik.

Dengan spesifikasi tersebut, arus barang dan kebutuhan dasar masyarakat kembali terjamin.  

Baca juga: 19 Hari Pascabanjir Bandang Ketambe Aceh Tenggara, Dua Desa Gelap Gulita

Selain pemasangan jembatan, Hutama Karya juga melakukan berbagai upaya pemulihan akses jalan. Di Jembatan Natam, dibuat tanggul dan dialihkan aliran sungai untuk mengurangi risiko luapan.

Normalisasi sungai dilakukan di Simpur Jaya agar aliran lebih lancar dan material banjir cepat teratasi.

Akses baru dibuka di ruas Kutacane–Gayo Lues, sementara lumpur dan longsoran dibersihkan di Jalan Akses Ketambe dan Jalan Naga Kesiangan.

Sejumlah permukiman seperti Tangsaran, Tetumpun, Ise-ise, dan Rikit Gaib juga kembali terbuka jalannya sehingga mobilitas warga dapat berjalan normal.  

Pelaksanaan pekerjaan meliputi perakitan modul Bailey, pemasangan lantai jembatan, pengujian beban, hingga pemasangan rambu.

Hutama Karya mengerahkan crane 50 ton, excavator, serta 10 personel dengan pola kerja 12 jam.

Selama proses berlangsung, arus lalu lintas diatur bergiliran tanpa pembatasan jam, dengan pengamanan area kerja untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.  

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemasangan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan akses darat pascabencana di Aceh. 

“Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved