Jumat, 24 April 2026

Info Unimal

Rektor Unimal Apresiasi Prof Sufmi Dasco Bantu Pemulihan Pascabencana Banjir Aceh

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengapresiasi Langkah Wakil Ketua DPR RI

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM/IST
REKTOR UNIMAL: Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengapresiasi Langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco dalam memimpin rapat koordinasi percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh.

Rapat yang dipimpin Dasco tersebut diikuti oleh Wakil Ketua DPR RI Wakil Ketua Komisi V DPR RI dan anggota DPR RI. Unsur pemerintah tampak hadir Menteri Dalam Negeri, Menteri PU, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Sosial dan Wamenkomdigi. 

Ada juga KASAD sekaligus Kasatgas Darurat Jembatan, Wakil Kepala BP BUMN dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Sementara itu dari unsur pemerintah daerah hadir Gubernur Aceh, Bupati/Walikota di Aceh, Dirut Telkomsel dan Dirut PLN.

Baca juga: FK Unimal Suplai Air Bersih, Logistik untuk Warga Muara Batu Aceh Utara

Pada rapat tersebut Prof Dasco menyampaikan bahwa  percepatan pemulihan pascabencana di Aceh khususnya dilakukan secara terintegrasi bersama kementerian lembaga dan pemerintah daerah. Hal tersebut bertujuan agar pemulihan Aceh pascabencana bisa berjalan efektif dan maksimal.

“Dengan adanya koordinasi dan persamaan persepsi dari berbagai pihak maka pemulihan Aceh bisa fokus dan kemudian tidak ada tumpang tindih antara satu dan lainnya," ujar Prof Dasco, Selasa (30/12/2025). 

Menurut Prof Herman, apa yang dilakukan Sufmi Dasco itu sudah tepat, karena tanpa ada koordinasi yang baik dan tanpa ada integrasi maka pemulihan Aceh pascabencana akan membutuhkan waktu yang lama. 

Baca juga: Bantu Sesama Mahasiswa, BEM Unimal Salurkan Bantuan Sembako

“Dampak kerusakan bencana banjir di Aceh ini sangat luas, meliputi 18 kota/kabupaten, sehingga tanpa adanya fokus dan bantuan dari pusat maka perbaikan infrastruktur di Aceh akan berlangsung lama,” ucap Prof Herman.

Sebagai seorang Guru Besar Bidang Tranportasi, Pof Herman menyampaikan bahwa, kerusakan infrastruktur berupa jalan dan jembatan yang selama ini menghubungkan daerah-daerah di Aceh yang terputus akibat bencana banjir dan longsor tidak boleh terlalu lama dibiarkan. 

“Jika tidak secepatnya diperbaiki dan akses ke daerah-daerah tersebut kembali dibuka, maka ditakutkan jumlah masyarakat miskin Aceh akan semakin bertambah, karena akan ada daerah-daerah yang terisolasi dan tidak dapat dijangkau nantinya, tutup Prof Herman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved