Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Sepanjang 2025, Polresta Banda Aceh Sita Barang Bukti 11,4 Kg Sabu

"Penurunan juga terjadi di bidang pemberantasan narkotika, tetapi penyelesaiannya meningkat, di mana ada kasus-kasus pada semester pertama...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono. 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh menyita barang bukti sebanyak 11,4 Kg narkotika jenis sabu sepanjang 2025.

Kemudian pada tahun yang sama, Polresta Banda Aceh juga mengamankan 6,1 kg ganja dan 12 liter miras.

Terjadi peningkatan barang bukti yang diamankan bila dibandingkan tahun sebelumnya yakni 5,3 kg ganja, 10,2 kg sabu dan 40 liter miras pada 2024 lalu.

“Barang bukti yang kita sita meningkat,” ucap Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono saat merilis angka kasus, capaian kinerja serta perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang ditangani sepanjang 2025, Rabu (31/12/2025).

Dia menyebutkan, sepanjang tahun ini, semester pertama sebanyak 72 kasus yang dilaporkan masyarakat dan selesai 24 kasus.

Sementara pada semester kedua, 42 kasus dilaporkan dan selesai 70 kasus.

Dalam hal pemberantasan narkotika terjadi penurunan tren kasus, namun penyelesaiannya meningkat.

Hal ini terjadi seiring dengan telah dibentuknya Kampung Bebas dari Narkoba (KBN) di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

"Penurunan juga terjadi di bidang pemberantasan narkotika, tetapi penyelesaiannya meningkat, di mana ada kasus-kasus pada semester pertama yang ikut diselesaikan," ungkap Kombes Joko.

Di sisi lain, angka kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum setempat juga mengalami penurunan tahun ini.

Pada semester pertama tahun 2025, sebanyak 922 kasus yang dilaporkan masyarakat terdiri dari pencurian, penipuan dan penggelapan hingga kasus KDRT dan narkotika serta yang lainnya, 378 kasus dapat diselesaikan dengan tuntas dan sisanya masih dalam proses lanjut. 

Sementara pada semester kedua, sebanyak 760 kasus yang dilaporkan dan selesai dengan jumlah 628 kasus.

"Jika dilihat dari tren angkanya menurun yakni 162 kasus atau 18 persen," ujar Kombes Joko.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved