Kamis, 28 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Imigrasi Catat Puluhan Relawan Asing Masuk Aceh Bantu Tangani Bencana

“Ada sebanyak 61 warga negara asing yang sudah masuk ke Indonesia, masuk ke Aceh perihal mereka misinya relawan. Mereka emang dari organisasi...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
MEMBERIKAN KETERANGAN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, memberikan keterangan kepada wartawan usai konferensi pers akhir tahun 2025 yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Rabu (31/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh mencatat sebanyak 61 warga negara asing (WNA) telah masuk ke wilayah Aceh ,untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Para relawan asing tersebut berasal dari berbagai negara dan tergabung dalam sejumlah organisasi kemanusiaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers akhir tahun 2025 yang digelar di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Rabu (31/12/2025).

“Ada sebanyak 61 warga negara asing yang sudah masuk ke Indonesia, masuk ke Aceh perihal mereka misinya relawan. Mereka emang dari organisasi yang akan melaksanakan bantuan kepada kita di wilayah bencana yang terjadi di Aceh,” kata Tato.

Ia menjelaskan, bentuk bantuan yang diberikan para relawan asing meliputi bantuan kesehatan, logistik, hingga peralatan khusus.

Salah satunya lima warga negara Cina yang membawa alat pendeteksi jenazah untuk membantu pencarian korban yang tertimbun di bawah tanah.

Selain dari Cina, Menurut Tato, mayoritas relawan asing yang datang membantu penanganan bencana di Aceh berasal dari Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya, yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) ke Indonesia. 

Para relawan tersebut umumnya hanya berada di Aceh selama satu hingga dua pekan, kemudian mereka kembali ke negara asalnya. 

“Kebanyakan mereka relawan yang datang ke Aceh itu waktunya hanya seminggu sampai dua minggu, habis itu balik. Mereka membawa peralatan kesehatan, yang pasti mereka dengan suka rela datang ke Aceh untuk memberikan pertolongan kepada kita,” katanya. 

Baca juga: Bantuan Asing Sudah Boleh Masuk Aceh, Khusus untuk NGO Internasional

Selain itu, kata Tato, Imigrasi Aceh juga mencatat keberadaan sembilan warga negara Pakistan yang sebelumnya berada di Aceh untuk kegiatan keagamaan dan sempat terjebak saat bencana di Takengon.

Namun, seluruhnya telah melapor dan dipastikan dalam kondisi selamat.

“Sudah dimonitor oleh kita. Mereka selamat. Mereka posisi untuk bencana di Tekengon, di pondok pesantren di sana mereka,” ujarnya.

Tato menegaskan, pihak Imigrasi memberikan kemudahan bagi relawan asing selama mereka memenuhi ketentuan keimigrasian dan tujuan kedatangannya jelas.

“Kita memberikan kemudahannya. Yang pasti kalau memang paspornya itu sudah berlaku, tidak masuk daftar cekal dan memang peruntukannya, tujuannya juga sudah jelas, masuk ke Aceh, wilayah Aceh, silakan. Nggak masalah,” ungkapnya. 

“Apalagi ada beberapa yang memang relawan yang datang dari memang undangan penjaminnya Pemda Aceh,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Soal Bantuan Negara Asing untuk Aceh, JK: Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Wilayah

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved