Bantuan Kemanusiaan
Dari Air Parit ke Air Bersih, Bantuan Pertamina Bangkitkan Harapan Warga Aceh Tamiang
Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
- Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah. Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba, Yanti dapat kembali mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
- Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Persoalan mendesak yang dihadapi korban banjir adalah keterbatasan akses terhadap air bersih.
Sebagian besar sumber air warga tercemar lumpur, sehingga tak layak untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah. Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba, Yanti dapat kembali mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
Baca juga: Mendikdasmen Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara pada Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang
Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.
“Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.
Pengalaman serupa juga dirasakan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sebagai sangat memprihatinkan.
Air parit yang bercampur lumpur harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan, meski kualitasnya jauh dari layak.
“Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Sejak 4 Desember 2025 hingga hari ini (2/1/2026), Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang.
Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke Wilayah Aceh Tamiang.
Menurutnya, selain pendistribusian air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air warga.
| SDIT Muhammadiyah Manggeng Salurkan Bantuan Sembako dan Alquran ke Gayo Lues |
|
|---|
| Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana |
|
|---|
| FISIP Unimal Salurkan Bantuan Alquran Untuk Sembilan Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara |
|
|---|
| FK Umuslim Serahkan Bantuan untuk Dua Puskesmas dan RSUD Peusangan Raya |
|
|---|
| Suplai Bantuan ke Kawasan Terisolir, Pemerintah Operasikan 30 Penerbangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/air-bersih-jpok.jpg)