Penulisan Buku
Alumni MUDI dan Dosen UNISAI Samalanga Dominasi Penulisan Buku Aceh 2026
Di tengah Aceh yang masih diliputi duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, tradisi literasi kalangan Nahdliyin justru
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Buku tersebut ditulis oleh para akademisi, guru besar, dosen, dan penulis Aceh dari beragam latar belakang, mulai dari kampus, dayah, hingga komunitas Nahdlatul Ulama.
- Menariknya, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kini berkiprah di dunia akademik, khususnya di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, tampak mendominasi kontribusi penulisan.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Di tengah Aceh yang masih diliputi duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, tradisi literasi kalangan Nahdliyin justru menunjukkan ketangguhannya.
Hal itu tercermin dari peluncuran buku Aceh 2026: Menyemai Damai, Menuai Sejahtera yang digelar di Banda Aceh pada awal Januari 2026.
Buku tersebut ditulis oleh para akademisi, guru besar, dosen, dan penulis Aceh dari beragam latar belakang, mulai dari kampus, dayah, hingga komunitas Nahdlatul Ulama.
Menariknya, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kini berkiprah di dunia akademik, khususnya di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, tampak mendominasi kontribusi penulisan.
Humas UNISAI Samalanga, Tgk Mursalin MH, kepada Serambinews.com, Minggu (4/1/2026), mengatakan sejumlah dosen UNISAI yang juga alumni MUDI Samalanga terlibat langsung sebagai penulis.
Baca juga: Muda Mudi Tertangkap Basah Mesum dalam Kamar Mandi Masjid, Diserahkan ke Polres Aceh Singkil
Di antaranya Tgk Iswad MEd.Sos, dosen UNISAI sekaligus penyuluh agama Kemenag Bireuen dan pimpinan Dayah Madah Bireuen.
Selain itu, turut berkontribusi Tgk Muhammad Iqbal Sabirin dan Tgk Mahmudi MH, dosen UNISAI dan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek; Tgk Helmi Abu Bakar MPd, dosen UNISAI dan guru Dayah Mambaul Ulum Pidie Jaya; jurnalis NU Online; serta Dr Tgk Amrizal J Prang SH LL.M, alumni MUDI Samalanga, dosen Universitas Malikussaleh, yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan Aceh.
Menurut Tgk Mursalin, para penulis menghadirkan beragam perspektif dalam membaca Aceh secara utuh, mulai dari aspek sosial, keagamaan, pendidikan, kebijakan publik, hingga kemanusiaan, dengan satu benang merah, yakni damai sebagai fondasi dan sejahtera sebagai tujuan.
Salah satu tulisan yang mendapat perhatian adalah karya Tgk Masrur MA berjudul Internalisasi Nilai-Nilai Politik Bermoral dalam Pendidikan Islam untuk Mencegah Money Politics di Aceh Pasca Konflik.
Dalam tulisannya, Tgk Masrur menegaskan bahwa praktik politik uang bukan semata persoalan hukum, melainkan krisis nilai yang harus dijawab melalui pendidikan moral berbasis Islam sejak dini.
Tgk Mursalin menilai dominasi alumni dayah dalam buku tersebut menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.
“Ini menunjukkan alumni dayah, khususnya MUDI Samalanga, tidak hanya fokus pada penguasaan kitab turats, tetapi juga aktif merespons realitas sosial melalui tulisan dan kajian akademik,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUDI-oikjkl.jpg)