Kamis, 30 April 2026

Penulisan Buku

Alumni MUDI dan Dosen UNISAI Samalanga Dominasi Penulisan Buku Aceh 2026

Di tengah Aceh yang masih diliputi duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, tradisi literasi kalangan Nahdliyin justru

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
PELUNCURAN BUKU -  Menyemai Damai, Menuai Sejahtera digelar secara sederhana tanpa seremoni berlebihan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Sejumlah penulis mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui siaran langsung YouTube Bandar Publishing. (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Buku tersebut ditulis oleh para akademisi, guru besar, dosen, dan penulis Aceh dari beragam latar belakang, mulai dari kampus, dayah, hingga komunitas Nahdlatul Ulama.
  • Menariknya, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kini berkiprah di dunia akademik, khususnya di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, tampak mendominasi kontribusi penulisan.

 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Di tengah Aceh yang masih diliputi duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, tradisi literasi kalangan Nahdliyin justru menunjukkan ketangguhannya.

Hal itu tercermin dari peluncuran buku Aceh 2026: Menyemai Damai, Menuai Sejahtera yang digelar di Banda Aceh pada awal Januari 2026.

Buku tersebut ditulis oleh para akademisi, guru besar, dosen, dan penulis Aceh dari beragam latar belakang, mulai dari kampus, dayah, hingga komunitas Nahdlatul Ulama.

Menariknya, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang kini berkiprah di dunia akademik, khususnya di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, tampak mendominasi kontribusi penulisan.

Humas UNISAI Samalanga, Tgk Mursalin MH, kepada Serambinews.com, Minggu (4/1/2026), mengatakan sejumlah dosen UNISAI yang juga alumni MUDI Samalanga terlibat langsung sebagai penulis.

Baca juga: Muda Mudi Tertangkap Basah Mesum dalam Kamar Mandi Masjid, Diserahkan ke Polres Aceh Singkil

 

Di antaranya Tgk Iswad MEd.Sos, dosen UNISAI sekaligus penyuluh agama Kemenag Bireuen dan pimpinan Dayah Madah Bireuen.

Selain itu, turut berkontribusi Tgk Muhammad Iqbal Sabirin dan Tgk Mahmudi MH, dosen UNISAI dan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek; Tgk Helmi Abu Bakar MPd, dosen UNISAI dan guru Dayah Mambaul Ulum Pidie Jaya; jurnalis NU Online; serta Dr Tgk Amrizal J Prang SH LL.M, alumni MUDI Samalanga, dosen Universitas Malikussaleh, yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan Aceh.

Menurut Tgk Mursalin, para penulis menghadirkan beragam perspektif dalam membaca Aceh secara utuh, mulai dari aspek sosial, keagamaan, pendidikan, kebijakan publik, hingga kemanusiaan, dengan satu benang merah, yakni damai sebagai fondasi dan sejahtera sebagai tujuan.

Salah satu tulisan yang mendapat perhatian adalah karya Tgk Masrur MA berjudul Internalisasi Nilai-Nilai Politik Bermoral dalam Pendidikan Islam untuk Mencegah Money Politics di Aceh Pasca Konflik.

Dalam tulisannya, Tgk Masrur menegaskan bahwa praktik politik uang bukan semata persoalan hukum, melainkan krisis nilai yang harus dijawab melalui pendidikan moral berbasis Islam sejak dini.

Tgk Mursalin menilai dominasi alumni dayah dalam buku tersebut menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren tetap relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.

“Ini menunjukkan alumni dayah, khususnya MUDI Samalanga, tidak hanya fokus pada penguasaan kitab turats, tetapi juga aktif merespons realitas sosial melalui tulisan dan kajian akademik,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved