Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Hari Ke-3 Pencarian Korban Terkaman Buaya di Sungai Peunaron Aceh Timur, Diperluas Hingga 2 KM

"Dua ruber boat itu bantuan dari pihak pemda yang diturunkan langsung ke lokasi serta satu perahu masyarakat, tim mulai begerak sejak pukul 8.00 WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Camat Peunaron Muhammad Ishak, sedang memberikan arahan kepada personil gabungan untuk pencarian hari ketika Hasan korban yang diterkam buaya, di Kecamatan Peunaron, Senin (5/1/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Hari ketiga pencarian Hasan (50), petani kebun yang hilang diterkam buaya di Lubuk Kanis, Sungai Peunaron, Aceh Timur, area pencarian diperluas hingga 2 kilometer.
  • Pencarian dilakukan oleh tim gabungan & warga setempat menggunakan dua rubber boat & 1 perahu warga.
  • Debit air sungai meningkat, sehingga tim harus ekstra hati-hati terhadap luapan banjir & keterbatasan penerangan.
  • Hingga kini korban belum ditemukan, pencarian akan dilakukan maksimal 7 hari, dengan batas waktu 4 hari ke depan.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Memasuki hari ketiga pencarian Hasan (50), petani kebun yang menjadi korban terkaman buaya di Lubuk Kanis, aliran sungai Peunaron, Aceh Timur, diperluas 2 kilometer (KM). 

Area pencarian diperluas dengan menyisir aliran sungai Peunaron, untuk menemukan Hasan, proses pencarian pada Senin (5/1/2026) dilakukan oleh tim gabunan, Tim SAR Aceh Timur, Polisi dan TNI wilayah  Peunaron serta diperbantukan oleh masyarakat setempat. 

Camat Peunaron, Muhammad Ishak menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan menggunakan dua unit ruber boat dan satu perahu masyarakat. Tim menyusuri seluruh area sungai sejauh 2 kilometer dari titik lokasi pertama korban diterkam. 

"Dua ruber boat itu bantuan dari pihak pemda yang diturunkan langsung ke lokasi serta satu perahu masyarakat, tim mulai begerak sejak pukul 8.00 WIB dan akan menyudahi pencar pada jam 18.00 WIB, ujarnya. 

Proses pencarian saat malam hari akan dilakukan, jika kondisi di lapangan memungkinkan.

Pasalnya saat ini kondisi sungai Peunaron debit air kembali bertambah.

Hal ini menyebabkan tim pencari harus ekstra hati-hati terhadap luapan air sungai yang bisa menyebabkan banjir, ditambah lagi dengan kondisi lampu penerangan yang tidak memadai. 

"Hingga saat ini korban masih belum ditemukan, dan tim masih terus mencari," tuturnya. 

Proses pencarian akan dilakukan sampai tujuh hari, tim harus menemukan korban dalam waktu 4 hari ke depan, jika masih belum mendapatkan hasil maka pencarian akan dihentikan. 

Namun bila ada permintaan dari keluarga dan ada tanda-tanda keberadaan, maka pencarian akan terus dilakukan sampai korban diketahui titik lokasinya.

Hilang Saat Meladang 

Diberitakan sebelumnya bahwa petani bernama Hasan (50) hilang diterkam buaya, saat pulang meladang pada, Sabtu (3/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Hasan yang merupakan warga Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, menyeberangi sungai dengan anak dan keponakannya. 

Hasan bersama anaknya Ali (25) dan keponakannya Aji (26), sedang dalam perjalanan pulang dari ladangnya menggunakan sampan.

Tiba di kawasan Lubuk Kanis, aliran sungai Peunaron, tiba-tiba seekor buaya mundur dari arah samping dan langsung menerkam Hasan, serangan mendadak itu membuat perahu mereka terbalik, hingga ketiga penumpang perahu jatuh ke dalam sungai. (*)

 

 

 

 

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved